Semua Proyek Properti Bakal Andalkan Transportasi Massal

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Properti merupakan salah satu kebutuhan dasar karena setiap orang pasti perlu hunian dengan segala fasilitasnya. Karena itu bisnis properti yang saat ini masih lesu diyakini banyak pihak akan kembali bergairah.

57 Promenade

57 Promenade

Menurut Suhendro Prabowo, Wakil Direktur Utama PT Intiland Development Tbk, grup usaha developer besar yang banyak mengembangkan proyek property di megapolitan Jabodetabek, Surabaya dan beberapa kota lain, berdasarkan pengalaman panjang Intiland selama 40-an tahun, bisnis properti akan pulih kembali setelah melesu. Terlebih dengan pengembangan infrastruktur yang luar biasa saat ini yang otomatis meningkatkan potensi sebuah kawasan.

“Situasi sekarang masih jauh lebih bagus dibandingkan krisis moneter tahun 1998. Yang membeli properti untuk digunakan sendiri (end user) tetap banyak. Hanya yang sudah punya properti dan uang, sekarang proses berpikirnya lebih panjang (untuk membeli properti sebagai investasi) dan cenderung menunggu. Tapi, tinggal menunggu momentum, nanti pasti sektor ini bergairah lagi,” katanya saat berbincang dengan tim HousingEstate yang berkunjung ke kantor pusat Intiland di bilangan Sudirman, Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Terkait pembangunan infrastruktur yang masif, jelasnya, ke depan  proyek-proyek properti yang memiliki kemudahan aksesibilitas dan fasilitas transportasi massal akan lebih dipilih masyarakat karena kebutuhan dan tuntutan zamannya memang seperti itu. Setiap wilayah pasti akan berkembang sehingga jarak yang jauh tidak lagi menjadi masalah bila ada akses transportasi massal.

Gambarannya wilayah Serpong di Tangrerang Selatan, Banten, dikembangkan sejak tahun 1980-an saat akses jalannya masih sangat terbatas. Bila dibandingkan dengan wilayah Maja, Banten, yang terbilang lebih jauh, Suhendro meyakini pengembangan kawasan Maja akan lebih cepat dibandingkan Serpong karena pengembangannya dilakukan saat akses transportasinya sudah bagus.

“Kalau Serpong butuh 30 tahun untuk bias menjadi seperti sekarang, saya yakin Maja akan lebih cepat. Makanya land bank kami di Maja belum dikembangkan dulu, masih menunggu momentum karena jarak ke stasiun kereta komuter Maja sekitar 10 km. Hampir seluruh proyek Intiland dekat dengan transportasi missal. Kantor (pusat Intiland dan banyak proyeknya di Jakarta) nanti terintegrasi dengan stasiun mass rapid transit (MRT) di Lebak Bulus, Simatupang, hingga di Bundaran HI,” jelasnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com