Ekonomi Digital Bisa Berdayakan Masyarakat Desa Tertinggal

Big Banner
Soe, Nusa Tenggara Barat Dikenal Sebagai Produsen Alpukat Terbaik, Namun Produk Belum Dipasarkan Secara Optimal (Foto: Rumah123/Twitter)

Dunia digital semakin mempermudah hidup masyarakat termasuk juga mereka yang tinggal di kawasan terpencil. Mereka bisa memasarkan produk kepada konsumen di perkotaan.

Indonesia memiliki ratusan pulau yang tersebar luas. Pembangunan belum merata, sehingga masih banyak kawasan yang tertinggal. Padahal daerah ini sebenarnya memiliki produk unggulan yang bisa memutar roda perekonomian.

Baca juga: Pemasaran Properti Lewat Media Digital Lebih Unggul dari Media Konvensional

Berapa banyak yang mengetahui kalau Pasaman, Sumatera Barat dan Soe, Nusa Tenggara Timur merupakan penghasil buah alpukat terbaik? Harga alpukat di Soe murah, namun kalau dipasarkan di Jakarta maka harganya sudah berkali lipat.

Masalah transportasi serta pemasaran dan penjualan produk menjadi kendala. Alhasil, alpukat Soe hanya menjadi makanan ternak.

Baca juga:  Milenial Ga Bisa Pisah dari Internet, Kok Sales Properti Belum Gunakan Digital Marketing?

Masyarakat di pedesaan tertinggal mulai dari petani, peternak, nelayan, dan lainnya harus diberdayakan. Mereka harus melek digital.

Hal inilah yang ingin diangkat oleh idEA, Indonesia E-commerce Association dalam acara Lokal Good: Berjayanya Produk Lokal di Era Digital di The Hall Kasablanka, Jakarta Selatan pada 12-14 September 2018. Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara dari lembaga pemerintah dan swasta.

Baca juga:  Digital Marketing Efektif Banget Buat Jualan Properti di Zaman Now

“Petani bisa diberdayakan secara digital, bisa. Dan saya sudah membuktikan, mereka yang ada di pedalaman. Digital itu memudahkan,” ujar Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Samsul Widodo kepada Rumah123.

Widodo mengisahkan kalau dia baru menjabat sejak September 2017 lalu. Dia sudah mulai melakukan gebrakan usai membaca sebuah surat kabar nasional mengenai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan produk pertanian secara digital.

Baca juga:  Seberapa Penting Sih Digital Marketing Sekarang Ini?

Setelah itu dia menghubungi perusahaan tersebut dan menghubungkannya dengan petani, pemerintah setempat, dan lainnya. Hasilnya petani bisa memasarkan produknya dengan mudah plus harga yang baik. Perusahaan juga bisa mendapatkan pasokan yang baik.

“Begitu mudah, begitu cepat dengan cara ini. Mulai dari Januari 2018, saya mencari mereka yang mau menampung,” kata Widodo lagi.

Baca juga:  Agen Properti Zaman Now Wajib Gunakan Digital Marketing

Setelah sukses memasarkan satu produk, Widodo melirik produk lainnya. Dia juga menggandeng perusahaan lain termasuk BUMN seperti PT Pos. Sederetan perusahaan e-commerce dan pembiayaan juga diajak berkolaborasi.

Dia berharap kalau Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi juga bisa bekerja sama lebih lanjut dengan idEA dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang dapat memberdayakan masyarakat yang tinggal di desa tertinggal.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me