Pengen Tinggal di Wisma Atlet Kemayoran? Ini Syaratnya!

Big Banner
Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, yang berlokasi sangat strategis akan dijadikan rusunawa bagi MBR. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

 

Wisma Atlet Kemayoran setelah perhelatan akbar Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018, akan dijadikan rusunawa (rumah susun sederhana sewa) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Karena letaknya yang sangat strategis si tengah kota, tentu saja banyak yang berminat tinggal di rusun ini.

Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Yusuf Hari Agung, seperti dikutip Detik.com, Kamis (13-9-2018), menyebutkan syarat apa saja yang harus dimiliki bagi calon penyewa rusunawa Wisma Atlet Kemayoran:

Ke-1, calon penyewa harus tergolong MBR yang bergaji UMP (upah minum provinsi). Kalau yang bekerja di sektor informal harus menunjukkan bukti penghasilannya dari surat keterangan lurah. Kalau yang di sektor informal membuktikannya dari slip gaji tempatnya bekerja.

Baca juga: Wisma Atlet Kemayoran Khusus Buat MBR

Ke-2, warga negara Indonesia (WNI) yang terdiri atas Pegawai Negeri Sipil, TNI/Polri, pekerja/buruh, dan masyarakat umum yang dikategorikan sebagai MBR serta mahasiswa/pelajar.

Ke-3, calon penghuni rusunawa bisa mengajukan permohonan tertulis kepada Badan Pengelola di Setneg (Kementerian Sekretariat Negara).

Ke-4, setelah proses verifikasi, dilakukan perjanjian sewa-menyewa antara calon penghuni dan Badan Pengelola-Setneg.

Baca juga: 5 Hal yang Bikin Wisma Atlet Kemayoran Jadi Incaran Para Pencari Hunian

Ke-5, soal persyaratan kartu tanda penduduk (KTP) sesuai dengan provinsi lokasi rusunawa akan diatur lebih lanjut oleh badan Pengelola.

“Bisa jadi nanti ada ASN (Aparatur Sipil Negara) yang MBR rupanya tinggal di Bodetabek, tapi kerjanya di Jakarta. Itu tergantung kebijakan pengelolanya,” kata Yusuf.

Ke-6, sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 1/PRT/2018 tentang bantuan pembangunan dan pengelolaan rumah susun, penghuni rusunawa yang kemampuan ekonominya telah meningkat menjadi lebih baik harus melepaskan haknya sebagai penghuni rusunawa berdasarkan hasil evaluasi secara berkala yang dilakukan oleh Badan Pengelola.

Baca juga: Rame-Rame Incar Wisma Atlet Kemayoran! 

“Bahkan di dalam polanya, tidak sekaligus 5 tahun, mereka biasa 1 tahun atau 2 tahun. Nanti diperpanjang lagi, maksimum tahun kelima. Begitu tahun kelima, sudah dipersilakan untuk mencari tempat lain. Dan ganti orang MBR yang baru lagi. Jadi mekanisme itu rolling dan seterusnya,” kata Yusuf menjelaskan.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me