Rumah Tahan Gempa Bangunnya Gak Pake Lama Lho!

Big Banner
Rumah anti-gempa dengan teknologi Risha. Foto: Dok. Litbang-pu.go.id

 

Rumah tahan gempa cocok bagi daerah rawan gempa di Nusantara. Setelah musibah gempa di Lombok baru-baru ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) giat menyosialisasikan teknologi Rumah Instan Sehat dan Sederhana (Risha) yang merupakan solusi bagi rumah tahan gempa.

Konsep dan teknologi Risha sudah ada sejak 2004. Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman (Balitbang Puslitbangkim) Kementerian PUPR yang mengembangkan teknologi ini.

“Jadi kami terus mendorong pemanfaatan dan aplikasi Risha yang merupakan hasil penelitian yang dikembangkan oleh Balitbang Puslibangkim di Bandung Balitbang PUPR. Dan ini juga upaya pemerintah untuk mendorong capaian Program Satu Juta Rumah,” kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, dalam keterangan tertulis, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Rumah Tahan Gempa Bukan Cuma Risha, Juga Ada Rika dan Ruspin

Apa Aja Sih Kelebihan Teknologi Risha?

Khalawi menyebutkan kelebihan teknologi Risha antara lain sebagai berikut:

Proses pembangunannya instan.

Risha bisa dibangun secara bertahap tanpa butuh waktu lama, yakni sekitar 24 jam untuk setiap modul berukuran 3×3 meter dengan tiga orang pekerja.

Konstruksinya tahan gempa.

Konstruksinya tahan gempa, sementara dinding atau atapnya bisa dibuat sesuai selera. Bisa dari bambu, kayu, atau bata pracetak, dan material lainnya.

 

Proses pembangunan rumah berteknologi Risha di daerah terkena musibah gempa, Lombok. Foto: Rumah123/Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

 

Desainnya merupakan rumah tumbuh.

Karena merupakan rumah tumbuh, maka siap dijadikan dua lantai tanpa harus mengubah struktur lantai satunya. Khusus untuk pembangunan dua lantai, belum direkomendasikan penggunaan lantai dari beton bertulang.

Meskipun teknologi Risha memungkinkan untuk rumah dua lantai, tapi pengguna harus memperhatikan beban hunian (maksimal 125 kg per m2) dan penggunaan konstruksi lantai yakni dari balok loteng dan papan kayu atau multiblock. 

Lebih ramah lingkungan.

Pembangunan rumah berteknologi Risha tidak membutuhkan semen dan bata. Pembangunan rumah bisa dilakukan dengan menggabungkan panel-panel beton dan baut.

Baca juga: Rumah Layak Huni dengan Teknologi RISHA

Bersistem knock down. 

Dengan sistem ini, maka rumah berteknologi Risha memungkinkan untuk dibongkar-pasang dan dipindah-lokasikan. Sebagian material Risha bisa merupakan hasil fabrikasi.

Berbiaya minim.

Dilihat dari sudut pembiayaan, dana untuk membuat rumah berteknologi Risha sangat kompetitif, yaitu sekitar Rp50 juta per unit Tipe 36, sudah lengkap dengan kamar mandi.

Bisa dimodifikasi.

Rumah berteknologi Risha bisa dimodifikasi sesuai keperluan, semisal dari hunian menjadi sekolah atau musala atau klinik.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me