Punya Program Rumah untuk Lombok, IYA Siap Gandeng KemenPUPR dan Investor

Big Banner
Indonesian Young Architects Berinisiatif Membuat Program Rumah Anti Gempa Setelah Lombok Dilanda Serangkaian Gempa pada Agustus 2018 (Foto: Rumah123/Standard.co.uk)

Indonesian Young Architects (IYA) membuat program Rumah untuk Lombok. Hal ini dilakukan setelah gempa besar melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat pada awal Agustus 2018 lalu.

Komunitas ini berdiri di Bali pada 2016 lalu. Anggota komunitas ini adalah para arsitek muda yang tinggal dan bekerja di Bali.

Program Rumah untuk Lombok ini bisa diikuti oleh para arsitek muda dan juga mahasiswa/mahasiswi jurusan arsitektur. Peserta akan merancang hunian yang tahan gempa, menggunakan material murah, dan bisa melibatkan partisipasi masyarakat.

Baca juga: Tips Mitigasi Bencana: Bagaimana Mengatasi Trauma Pasca Gempa

Arsitek senior Budi Pradono didaulat menjadi kurator. Dia akan menyeleksi karya-karya peserta yang mengikuti program ini.

Andesita Oki dari Indonesian Young Architects menyatakan rumah tahan gempa memang diperlukan di Indonesia. Apalagi negeri ini memang rawan bencana.

“Untuk preparation aja, kita kan rawan bencana, jadi kalau ada seperti ini, nggak perlu bingung bangun rumah seperti apa, sudah ada desainnya,” kata Andesita kepada Rumah123.

Baca juga: Ide Hunian Sempit yang Cocok Buat Kaum Milenial

Dia juga mengungkapkan kalau program ini bisa melibatkan pihak lain seperti investor yang ingin memberikan dana pembangunan hunian tahan gempa. Biasanya banyak perusahan yang menyisihkan dana CSR (corporate social responsibility) untuk bencana.

“Ada kesepakatan buat arsitek kalau ada perusahaan yang ingin membangun, arsitek harus bisa menjelaskan,” kata Andesita lagi.

Indonesian Young Architects juga membuka peluang kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) dalam membangun kembali Lombok.

Baca juga: Rumah Minimalis Bisa Akomodasi Kebutuhan Milenial yang Maksimalis

“Kita ini ingin menjadi katalis ya, kita ke media juga biar ada info. Berikutnya kalau ada event, kita bisa kasih tahu,” ujar Charles Dewanto.

“Kita sebagai komunitas terbuka. Nanti untuk Rumah untuk Lombok juga gitu. Kita akan ada pameran. Bisa di-scan, bisa ketemu arsitek,” lanjut arsitek yang juga tergabung dalam Indonesian Young Architects ini.

Sebelumnya, Indonesian Young Architects sempat mengadakan kompetisi Rumah 100 m2. Para peserta mendesain rumah dengan pilihan tanah dan klien masing-masing.

Baca juga: Ini Dia Kontribusi Indonesian Young Architects: Rumah untuk Lombok

Ada dua pilihan tanah yaitu 10×10 m dan 5×20 m. Sementara untuk klien ada lima pilihan. Ada klien professional millennial family, the single, international family, productive family, dan multi generation family.

Sayembara ini diikuti oleh puluhan arsitek muda Indonesia. Setelah melalui proses kurasi, ada 40 karya yang dipamerkan.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me