Kemenpera Bangun Rusunawa Pekerja di Jakarta Timur

Big Banner

Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) membangun rumah susun khusus sewa (rusunawa) bagi para pekerja, di Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur, untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan masyarakat.

“Adanya rusunawa pekerja ini diharapkan bisa meningkatkan kinerja serta membantu para pekerja untuk meningkatkan kesejahteraannya,” kata Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz disela-sela acara “Ground Breaking” Rumah Susun Sewa Bagi Pekerja di Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur, Selasa.

Proses pembangunan Rusunawa pekerja tersebut ditandai dengan acara Ground Breaking Rusunawa Rawa Bebek oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa didampingi oleh Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kemenpera dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentang Penyelenggaraan Rumah Susun Khusus Sewa Bagi Masyarakat Yang Terkena Dampak Relokasi Permukiman Kumuh Sepanjang Daerah Aliran Sungai Untuk Mendukung Penataan Dan Normalisasi Sungai Ciliwung.

Di dalam kesepakatan tersebut Kemenpera menjalankan fungsinya sebagai regulator, fasilitator, maupun pelaksana pembangunan perumahan, sehingga terpenuhi kebutuhan rumah yang layak huni bagi setiap keluarga Indonesia.

Sedangkan Pemprov DKI Jakarta mempunyai tugas antara lain menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan rumah yang layak huni dan terjangkau bagi masyarakat di Provinsi DKI Jakarta.

Djan mengatakan maksud dari kesepakatan bersama tersebut sebagai upaya bersama untuk memanfaatkan sumber daya yang ada pada kedua belah pihak yang didasarkan azas saling membantu, saling mendukung sesuai peraturan perundang-undangan untuk pembangunan rumah susun khusus sewa.

Sementara tujuan kesepakatan bersama itu untuk menyelenggarakan rumah susun khusus sewa bagi masyarakat yang terkena dampak relokasi permukiman kumuh sepanjang daerah aliran sungai untuk mendukung penataan dan normalisasi Sungai Ciliwung.

Djan mengatakan ruang lingkup kesepakatan meliputi, penyediaan tanah untuk pembangunan rumah susun khusus sewa bagi masyarakat yang terkena dampak relokasi permukiman kumuh sepanjang daerah aliran sungai untuk mendukung penataan dan normalisasi Sungai Ciliwung.

Selain itu penyelenggaraan rumah susun khusus sewa bagi masyarakat yang terkena dampak relokasi permukiman kumuh sepanjang daerah aliran sungai untuk mendukung penataan dan normalisasi Sungai Ciliwung, Penyediaan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU), serah terima aset bangunan rumah susun khusus sewa beserta kelengkapannya, serta pemanfaatan dan pengelolaan rumah susun khusus sewa.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, diatur tugas dan tanggung jawab para pihak antara lain Kemenpera mempunyai tugas dan tanggung jawab Merencanakan dan membangun rusunawa, menyediakan PSU, melakukan serah terima bangunan rumah susun khusus sewa, dan bersama Pemprov DKI Jakarta melakukan sosialisasi serta relokasi masyarakat yang terkena dampak relokasi permukiman kumuh sepanjang daerah aliran sungai ciliwung ke rumah susun khusus sewa.

Menakertrans Muhaimin Iskandar yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan rusunawa itu diperuntukkan bagi buruh/pekerja yang bekerja di sekitar lokasi rusunawa. Keberadaan rusunawa diharapkan bisa mengurangi biaya transportasi dan sewa.

“Untuk subsidinya pemerintah memberikan berupa biaya sewa yang murah. Mungkin per orang biaya sewanya Rp50.000 sampai Rp60.000 per bulan. Diharapkan ini bisa mengurangi biaya transportasi buruh dan sewanya,” kata Muhaimin di tempat yang sama. (ant/as)

ciputraentrepreneurship.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me