Perumnas-Bakrieland Lanjut Kembangkan Sentra Timur

Big Banner

Bisnis,com, JAKARTA – Melalui pengembangan proyek Superblok Sentra Timur, Perum Perumnas dan PT Bakrieland Development Tbk. berambisi dapat menghidupkan pusat bisnis baru (central business district/CBD) di sisi timur Jakarta.

Proyek seluas 40 ha yang telah dikembangkan sejak 2008 tersebut akan dibagi dalam tiga area, yakni kawasan permukiman Sentra Timur Residence & Commercial Park, dan kawasan pusat bisnis Sentra Timur CBD I, serta Sentra Timur CBD II.

Koordinator Proyek Kawasan Pulogebang Perum Perumnas Suprayitno Rais mengatakan saat ini di Sentra Timur telah berdiri kawasan hunian yang terdiri dari lima tower apartemen. Dalam desain, akan dikembangkan sebanyak 15 tower.

“Dari unit-unit yang telah dikembangkan, telah terhuni 80%. Karena terletak di kawasan berkembang, kami yakin hunian ini akan memberikan nilai investasi yang cukup tinggi,” ujarnya dalam rilis, Jumat (11/4/2014).

Dia mengklaim sejak pertama kali dikembangkan hingga saat ini, pertumbuhan harga telah mencapai 300%. Sebelumnya unit apartemen dipasarkan seharga Rp90 juta, menjadi Rp270 juta sampai Rp400 juta.

Selain itu, area komersial juga telah dikembangkan dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan dari penghuni di kawasan tersebut.

“Lokasi Sentra Timur Superblok ini sangat strategis, terletak di kawasan primer Jakarta Timur. Area ini didukung oleh berbagai akses yang mudah, sarana transportasi, dan infrastruktur yang telah beroperasi,” paparnya.

Kawasan ini juga dilengkapi Terminal Pulogebang yang menjadi pendukung dengan berbagai rute perjalanan dalam kota dan luar kota. “Kawasan ini didukung berbagai akses transportasi publik seperti busway dan kereta api, yang memudahkan penghuni. Selain itu, terdapat pula akses jalan tol yang cukup dekat,” kata Direktur Proyek Sentra Timur Residence Djafarullah.

Tahun ini akan kembali dipasarkan enam tower apartemen baru yang terdiri dari 2.306 unit dan 11 unit ruko di area perniagaan Sentra Timur Commercial Park. Saat ini terdapat 1.100 KK yang tinggal di kawasan tersebut.

“Ke depannya kawasan akan dilengkapi hotel & kondotel, convetion hall, hypermarket dan masih banyak lagi. Dengan begitu, kawasan ini akan semakin berkembang.” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Indonesia Property Watch Ali Tranghanda sempat mengungkapkan setidaknya masih dibutuhkan waktu sekitar 10 tahun lagi untuk menuju rencana tersebut.

Editor : Fatkhul Maskur

properti.bisnis.com