Kuartal I, Pasar Properti Hanya Tumbuh 5%

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar properti pada kuartal I 2014 dinilai mengalami perlambatan dengan pertumbuhan hanya mencapai 5%.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan melanjutkan tren perlambatan di kuartal terakhir 2013, pertumbuhan industri penyedia papan pada kuartal I 2014 mengalami penurunan.

Keadaan itu dianggap masih menjadi dampak dari pengetatan regulasi kredit untuk perumahan oleh Bank Indonesia dan suku bunga yang tinggi.

Menurutnya, pada tiga bulan pertama tahun ini pertumbuhan pasar hanya berkisar 3%-5% di seluruh Indonesia.

“Siklus properti pada kuartal I 2014 masih mengalami perlambatan. Pertumbuhan pasar properti diperkirakan hanya berkisar 3%-5%,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (2/4/2014).

Kondisi itu, sebutnya, terutama terjadi pada penjualan rumah tapak (landed house) di area penyangga DKI Jakarta atau di wilayah Bodetabek.

Seperti diketahui, sejak kuartal IV/2013 perlambatan pertumbuhan sektor properti pada 2014 telah diyakini oleh sejumlah pihak akibat pengetatan kredit perumahan oleh Bank Indonesia.

Melalui surat edarannya No. 15/40/DKMP, BI  membatasi penjualan rumah dengan sistem pesan (inden) serta pembatasan uang muka (luan to value) bagi pengajuan KPR kedua dan seterusnya. 

Selain itu, suku bunga acuan (BI Rate) meningkat hingga 7,5%.

Editor : Rustam Agus

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me