TREN PROPERTI: Harga Produk Properti Akan Naik Rata-rata 9,79%

Big Banner

Dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM), dunia properti Indonesia juga akan mengalami kenaikan harga produk yang diramalkan akan berkisar 9,79%. Di sisi lain, penjualan produk properti pasca naiknya harga BBM menunjukkan tren penurunan yang dikalkulasi mencapai 25,17% di kuartal ketiga tahun ini.

Kenaikan harga yang peling tinggi menurut pantauan Bank Indonesia terjadi pada jenis rumah tipe besar yang luasnya lebih dari 70 meter persegi.

Menurut riset yang dijadikan acuan oleh Bisnis Indonesia, rumah tipe besar ini mengalami kenaikan 12,04%. Tipe menengah (luas 36-70 meter persegi) naik 11,89%. Sementara tipe paling kecil (kurang dari 36 meter persegi) akan naik sekitar 9,88%.

Jika ini terjadi terus menerus, tidak heran nantinya angka penjualan rumah akan menurun. Penurunan diprediksi akan paling banyak terjadi di kelompok rumah besar hingga 22,36%.

Tren kenaikan harga properti tersebut membuat sebagian masyarakat cemas karena daya beli yang makin tertekan oleh naiknya harga BBM dan sekarang makin diperberat dengan naiknya harga rumah yang menjadi kebutuhan pokok.

Jika menilik survei pasar properti terbaru oleh iProperty Group seperti yang dikutip oleh Bisnis (21/8/2013), di semester pertama tahun ini, ada kurang lebih 58%  responden yang menganggap suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) cukup membebani keuangan mereka. Sementara 36% lainnya berpendapat kisaran saat ini sudah tepat. (*Akhlis)

ciputraentrepreneurship.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me