REI Sumut Fokus Tingkatkan Pembangunan Rumah Sederhana

Big Banner

Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Utara (Sumut) memfokuskan pada upaya peningkatan sinergitas antara pengembang, perbankan dan pemerintah untuk meningkatkan pembangunan rumah sederhana di daerah itu.

“Target pembangunan rumah sederhana atau MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) yang tak pernah tercapai setiap tahunnya menjadi perhatian besar REI,” kata Ketua REI Sumut, Tomi Wistan, di Medan, Senin.

Menurut dia masalah itu jadi fokus REI dan termasuk yang menjadi pembahasan utama dalam Rakerda (rapat kerja daerah) ke-10 REI Sumut yang digelar pada 20 Agustus.

Pada tahun ini misalnya, dari target pembangunan 10.000 unit MBR, hingga Agustus realisasinya hanya sekitar 50 persen atau 5.000-an unit.

Hasil evaluasi sementara, kata dia, tidak tercapainya target pembangunan MBR itu antara lain karena kesulitan mendapatkan lahan murah dan masih sulitnya konsumen mendapatkan kredit perumahan di perbankan.

Mengacu pada hasil evaluasi itu pulalah, maka REI menilai perlu peningkatan sinergitas antara pengembang, perbankan dan pemerintah khususnya pemerintah daerah.

Dengan hubungan yang baik dengan pemerintah, maka diharapkan pengembang bisa mendapatkan lahan murah/terjangkau atau bantuan fasilitas untuk di kawasan yang akan dibangun rumah sederhana itu.

Dengan harga lahan yang terjangkau dan infrastruktur yang memadai, maka pengembang dengan mudah bisa membangun rumah dengan harga yang bisa dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara hubungan baik dengan perbankan akan semakin memudahkan pengembang membantu calon pembeli untuk akad kredit di bank.

“Harus ada keberpihakan memang untuk menyediakan rumah murah kepada masyarakat, mengingat harga lahan yang terus naik sejalan dengan kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) dan inflasi,” katanya.

Dia mengakui, dengan adanya kebijakan pemerintah menaikkan harga rumah MBR, sebenarnya bisa mendorong reaiisasi pembangunan rumah sederhana tersebut.

Alasan dia, penjualan rumah dengan harga jual di atas Rp80 jutaan sudah termasuk MBR, sementara pengembang sendiri bisa tetap menjual dengan harga lama untuk menarik minat beli. (ant/as)

ciputraentrepreneurship.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me