Saran Untuk Jokowi Dalam Penanganan Banjir Ibukota: Jangan Sibuk Blusukan Sendiri!

Big Banner

Salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di Jakarta adalah menumpuknya sampah di sungai yang disebabkan oleh kebiasaan warga sekitar bantaran yang membuang sampah rumah tangga mereka ke kali. Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta diharapkan untuk bisa mengubah kebiasaan warga itu.

“Harus diadakan kampanye, pendidikan, pemberian contoh. Jangan hanya sebatas Imbauan”, Ujar direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta, Ubaidillah.

Selain soal paradigma masyarakat yang sudah biasa berperilaku seperti itu, soal kurangnya sarana dan prasarana  pengelolaan sampah bagi warga yang tinggal di pinggiran kali juga menjadi salah satu penyebab sulitnya menghilangkan kebiasaan warga membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu, untuk bisa menyelesaikan masalah banjir secara tuntas, agaknya perlu dibangun sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang cukup, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran kali.

Yah, masalah banjir Jakarta memang tak pernah habis untuk dibicarakan. Banyak faktor yang menambah rumit masalah penyelesaian banjir Jakarta hingga sampai sekarang belum berhasil diselesaikan secara tuntas. Oleh karena itu perlu sekali mendengarkan pendapat rakyat untuk memperoleh usulan-usulan penting yang bisa dijadikan bahan penyelesaian, contohnya seperti yang sering dilakukan Jokowi  dan wakilnya Ahok akhir-akhir ini, yakni dengan melakukan blusukan.

Mungkin Anda belum tahu apa itu istilah blusukan. Blusukan merupakan kegiatan keluar masuk daerah-daerah terpencil yang bisa disebut kumuh atau becek untuk melakukan pengontrolan. Tujuannya sendiri adalah untuk mendengarkan aspirasi rakyat secara langsung.

Namun, banyak ahli berpendapat, kalau blusukan tanpa ditemani oleh ahli atau pakar tertentu dinilai kurang efektif. Salah satu pendapat kontroversial datang dari JJ Rizal, seorang sejarawan UI ketika ditanya mengenai masalah penanganan banjir di ibukota yang sudah seperti penyakit menahun yang tak kunjung sembuh.

Kalau sibuk blusukan sendiri, kita akan menuju bunuh diri bersama”, ujarnya.

JJ Rizal menyatakan kalau sebaiknya sebelum terjun ke lapangan, Jokowi berdiskusi terlebih dulu baru kemudian mengambil keputusan politik dengan mempertimbangkan pendapat para pakar, sehingga keputusan yang diambil juga bisa tepat sasaran.

JJ Rizal juga menyarankan agar Jokowi membentuk lembaga independen terkait masalah banjir. Lembaga itu nantinya ditugaskan untuk merekoleksi data penelitian banjir Jakarta di masa lalu untuk dilakukan penelitian baru dan evaluasi. Nanti akan dibuatkan semacam panduan tindakan jangka pendek, menengah dan panjang yang bisa membantu Jokowi menyelesaikan permasalahan ini secara tepat.

Semoga saja Jokowi mau mendengarkan usulan dari JJ Rizal ini, agar masalah banjir Jakarta bisa terselesaikan dengan baik.

Sumber: detik.com

 

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me