120.000 Rumah Disediakan Untuk Tukang Parkir Hingga Tukang Ojek

Big Banner

Siapa yang tak ingin mewujudkan hunian impian? Banyak info rumah dijual namun kadang tak sesuai dengan budget atau mungkin faktor lokasi hingga infrastruktur dan fasilitas yang kurang memadai. Meski lahan terbatas, bangunan layak huni tentu jadi impian semua orang. Tahun 2012 lalu, Bank Tabungan Negara mengaku menerima pembiayaan rumah murah melalui kredit program FLPP bagi masyarakat penghasilan tak tetap (non fixed income). Tentunya bank menerapkan syarat khusus. Seperti yang diungkapkan Direktur Keuangan PT Bank Tabungan Negara Tbk, Saut Pardede,”BTN welcome non fixed income,”

Menurutnya memang jumlah pemberian kredit hunian kepada masyarakat dengan penghasilan tak tetap ini tidak signifikan. Namun, seiring dengan bisnis KPR yang tumbuh, pengajuan kredit oleh masyarat non karyawan pun juga akan meningkat.”Mereka harus memiliki pembuktian bahwa mampu melakukan cicilan. Ia bisa dilihat dari saldo tabungan selama beberapa periode. Kita pun melakukan verifikasi di lapangan.”

rumah murah

Dikutip melalui detikFinance, berdasarkan analisa tim morgage loan, para pemulung memiliki kemampuan mencicil. Bahkan nilai pendapatan mereka mencapat Rp 2,5 juta. Senada dengan rumah murah bagi para pemulung, kini BTN juga menyalurkan 120.000 rumah dan pembiayaan rumah sederhana tapak bagi masyakat berpenghasilan rendah. Rumah sederhana tapak atau rumah murah tersebut juga diperuntukkan bagi pekerja informal atau berpenghasilan tidak tetap seperti tukang ojek, angkot, atau pun parkir. BTN terus berupaya untuk bisa menyalurkan KPR untuk sektor informal. Hal ini didorong untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki rumah. Direktur Bank Tabungan Negara Tbk, Mansyur Syamsuri menyatakan,”BTN terus mendukung adanya pembiayaan properti di sektor informal. Ini untuk mendorong MBR bisa punya rumah,”

Senada dengan BTN terkait KPR bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Sri Hartoyo selaku Deputi Bidang Pembiayaan Kementrian Perumahan Rakyat mengatakan bahwa potensi KPR untuk sektor informal sangat tinggi meski di tahun 2011 penyaluran KPR tersebut masih minim yakni dibawah 5 persen.

Mewujudkan hunian impian memang bukan perkara mudah. Namun kini Dahlan Iskan juga tengah membantu Joko Widodo untuk mengubah 150 pasar di DKI jadi apartemen murah. Dahlan mengatakan,”Akan membangun rumah-rumah susun di 150 lokasi, kalau Pemda setuju, di lahan-lahan pasar miliknya Pemda, pasar itu kan cuma 1-2 lantai, nanti pasarnya tetap berfungsi, jadi susun yang tinggi apakah 18-20 lantai, atasnya di huni,”

rumahku.com