Jakarta Bukan Kota Ideal Untuk Pejalan Kaki

Big Banner

Ibu kota DKI Jakarta disebut-sebut sebagai kota besar yang tak ideal bagi para penghuninya. Hal ini disebabkan sangat minimnya kualitas fasilitas umum yang dapat mempermudah dan menunjang kehidupan masyarakat yang lalu lalang di kota ini untuk beraktivitas.

Salah satu kesalahan paling mendasar di Jakarta, menurut pengamat tata kota, Tjuk Kuswartojo, kota yang baik adalah kota yang tidak hanya memperbesar jalan raya terus-menerus untuk kelancaran lalu lintas kaum pemakai kendaraan bermotor, tapi juga mengingat betapa pentingnya menciptakan fasilitas untuk kaum lainnya seperti pejalan kaki misalnya. “Padahal pejalan kaki perlu dihargai. Tapi yang ada sekarang hanya mengatasi mobil saja”, ungkap Tjuk.

Sekarang ini hanya ada beberapa tempat saja yang telah menyediakan area nyaman bagi pejalan kaki di Jakarta, yakni di Menara Thamrin hingga Grand Indonesia. Dengan trotoar lebar, hal ini tentunya sangat memudahkan pejalan kaki untuk melaluinya. Sayangnya di pinggiran trotoar Jakarta tidak seperti di luar negeri yang memiliki banyak bangunan toko pinggir jalan, jadi pejalan kaki tidak bisa menikmati jalan kakinya sambil berbelanja. Selain itu polusi dari jalan raya pun sering kali mengganggu pejalan kaki yang sedang melintas. Alangkah baiknya jika trotoar di Jakarta juga diberi pepohonan dan semacam peneduh dari panas matahari, misal terowongan pergola bertanaman rambat.

Keadaan Trotoar di Kawasan Damrak, Amsterdam, Terlihat Sangat Mengasyikkan dengan Lebar yang sangat Luas dan Banyaknya Pertokoan di Pinggir-Pinggirnya

Keadaan Trotoar di Kawasan Damrak, Amsterdam, Terlihat Sangat Mengasyikkan dengan Lebar yang sangat Luas dan Banyaknya Pertokoan di Pinggir-Pinggirnya

 

Contoh Trotoar Berpergola yang Sejuk dan Nyaman

Contoh Trotoar Berpergola yang Sejuk dan Nyaman

Memang sangat disayangkan, bahwa konsep berjalan kaki yang nyaman justru hanya diciptakan di dalam kompleks mall besar. Anda bisa melihat betapa buruk kualitas kebanyakan trotoar di Jakarta yang sempit dan naik turun. Bandingkan dengan trotoar di luar negeri yang sangat lebar dan nyaman untuk dilalui, sehingga tak mungkin ada orang yang harus bertabrakan atau mengalah turun dari trotoar untuk membiarkan yang lain lewat. Fasilitas penyeberangan jalan untuk pejalan kaki juga sangat minim sekali. Sehingga bisa disebut juga, Jakarta hanya pro pada fasilitas pemakai kendaraan bermotor, sedangkan pejalan kaki disisihkan begitu saja. Apakah ini dikarenakan warga kota Jakarta yang memang malas berjalan kaki dan selalu memilih naik kendaraan walau jaraknya dekat? Bisa jadi. Namun jika tidak ingin disebut kota yang tak ideal oleh turis dari negara lain sebaiknya Jakarta mulai memperhatikan pembangunan fasilitas yang lebih memadai di masa depan.

“Jakarta sudah ngga ada harapan, sudah terlanjur begitu. Adapun pejalan kaki itu berjubel, pejalan kaki tetap harus rela berbagi dengan pedagang kaki lima”, pungkas Tjuk mengungkapkan keputus-asaannya pada masa depan pejalan kaki di Jakarta.

Dapatkan iklan rumah dan apartemen dijual hanya di Rumahku.com, situs properti yang paling mengerti Anda. Jangan lupa pasang iklan jual rumah di Rumahku.com, dijamin gratis dan mudah.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me