Anggaran Belum Ada, Pembangunan Rusunawa Tertunda

Big Banner
Rencana pembangunan Rusun Sederhana Sewa (Rusunawa) setinggi 24 lantai mengalami kendala. Rusun yang akan dibangun di kawasan Pasar Rumput dan juga eks gedung dinas teknis Jakarta Timur ini belum memiliki anggaran, sebab, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) belum memasukkan pendanaan rusun tersebut dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013 maupun RAPBN-P 2013. 
 
“Masalah rusunawa di Pasar Rumput itu anggarannya belum ada. Mungkin masuk RAPBN 2014,” kata Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat, Pangihutan Marpaung kepada Viva.co.id.
 
Paul menjelaskan, proses pembangunan rusunawa masih pada tahap penyelesaian Detail Engineering Design (DED) oleh Pemda DKI Jakarta. Selain itu, ia mengatakan, masih butuh waktu bagi Pemda DKI untuk melakukan pembongkaran dan penyesuaian terhadap bangunan yang ada.
 
“DED-nya sudah jalan dan masih butuh waktu untuk pembongkaran. Selain itu, harus ada penyesuaian rencana tata ruang juga, karena sebelumnya pasar dan sekarang menjadi hunian,” ungkapnya.
 
Paul mengaku, nantinya kementerian yang akan membangun rusun tersebut, setelah masalah-masalah diselesaikan oleh Pemda DKI termasuk DED. Kementerian, menurut dia, akan menyediakan anggaran sekitar Rp800 miliar untuk pembangunan dua rusunawa itu.
 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me