Kemenpera Asuransikan Kredit Tapera

Big Banner
Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan memberikan asuransi apabila peserta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) meninggal dunia dan masih memiliki cicilan rumah. Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menyatakan, jika peserta Tapera meninggal maka cicilannya itu tidak ada masalah karena kreditnya diasuransikan.
 
“Begitu juga kalau dia meninggal dan tidak mengambil rumah, uang Tapera itu tidak akan hilang, karena sifatnya seperti tabanas dan deposito, dia akan kembali kepada ahli waris,” katanya seperti dikutip dari situs resmi Kemenpera.
 
Dia menjelaskan, Tapera lebih untuk cicilan rumah atau sewa rumah bukan perbaikan rumah. Kepada peserta Tapera yang tidak memanfaatkan dana tabungan tersebut, maka mereka akan mendapatkan kembali akumulasi dana tabungan berikut hasil pemupukannya pada akhir masa kepesertaan.
 
Seperti diketahui sebelumnya, Kemenpera dan DPR melakukan pembahasan terkait tujuh isu pokok dalam Rancangan Undang-Undang Tapera . Tujuh isu pokok yang dimaksud menyangkut sifat kepesertaan di dalam Tapera, besaran iuran dan pemanfaatan dana Tapera, kontribusi pemberi kerja, badan pengelola Tapera, sistem pengelolaan dana Tapera oleh badan pengelola, penyidikan, dan sanksi.
 
Menanggapi ketujuh isu pokok RUU Tapera tersebut, Djan Faridz mengatakan bahwa pihak pemerintah, telah membicarakan permasalahan ini dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa.
 
“Saya sudah mengadakan kunjungan kerja ke Pak Menko untuk membicarakan ini dan menjelaskan bahwa Tapera ini merupakan rancangan undang-undang,” Ujar Djan Faridz 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me