Inilah Tiga Proyek Baru Jaya Real Property di Bintaro

Big Banner
PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) akan menyiapkan tiga proyek properti baru di Bintaro, Tangerang. Sebelumnya JRPT mengembangkan perumahan Bintaro Jaya dan pusat belanja Plaza Bintaro Jaya. Proyek pertamanya yakni pusat belanja Bintaro Jaya Xchange, dengan area yang bisa disewakan (net leaseable area) seluas 49.000 meter persegi (m²). 
 
“Pusat belanja ini diharapkan beroperasi sebelum akhir 2013, untuk mengejar momentum Natal dan tahun baru,” kata General Manager Corporate Secretary Jaya Real Property, Subianto Setjawardaja.
 
Subianto menyatakan, Bintaro Jaya Xchange membidik segmen pasar yang lebih tinggi dari pada Plaza Bintaro Jaya. Saat ini, tingkat okupansi Bintaro Jaya Xchange sudah mencapai 80%. Peritel yang menjadi anchor tenant antara lain department store Centro dan Farmers Market. Pada semester kedua tahun ini, lanjutnya, emiten yang masih bersaudara dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk ini akan memulai pembangunan dua proyek lagi, yaitu apartemen Bintaro Plaza Residence serta sebuah hotel. Akan tetapi manajemen belum menentukan nama hotel tersebut. Pembangunan apartemen diprediksi memakan waktu dua tahun, sedangkan proyek hotel bisa setahun.
 
Bintaro Plaza Residence ini meliputi tiga menara dengan 648 unit. Apartemen yang menyasar kelas menengah ini ditawarkan Rp 300 juta hingga Rp 600 juta per unit. Sedangkan hotel milik JRPT meliputi 100 kamar. Hotel itu mendapat klasifikasi hotel bintang tiga, namun hingga kini JRPT belum memutuskan siapa yang akan menjadi operatornya.
 
Untuk tiga proyek tersebut, pengelola JRPT menyiapkan investasi Rp 829 miliar. Perinciannya, dana sebesar Rp 550 miliar untuk proyek Bintaro Jaya Xcange, sebesar Rp 217 miliar untuk Bintaro Plaza Residence serta Rp 62 miliar untuk hotel. Khusus untuk hotel, JRPT menggandeng Ciputra Group dengan porsi 55% berbanding 45%.
 
Tahun ini, JRPT mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,9 triliun. Sebanyak Rp 1,5 triliun atau 78,95% dana belanja modal akan digunakan untuk pembebasan lahan dan pembangunan proyek properti. Adapun sisanya sebesar Rp 400 miliar mengalir untuk anak usaha, yakni PT Jakarta Tollroad Development (JTD).
 

rumahku.com