Ahok Akan Pidanakan Warga yang Berani Sewakan Rusun

Big Banner
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan akan mempidanakan warga yang berani menyewakan kembali rusun yang seharusnya ditempati. 
 
“Saya akan pidanakan, saya akan kejar sampai dihukum enam tahun kalau ada penghuni rusun yang berani menyewakan kembali,” tegas Ahok.
 
Dia juga menegaskan kepada warga yang telah pindah ke rusun dari wilayah ‘abu-abu’ untuk tidak menuntut uang kerohiman. Pihaknya hanya menegaskan akan mencari lahan dan mengusahakan seluruh warga DKI Jakarta dapat hidup secara layak dengan cara memindahkan ke rumah susun. 
 
Pada kesempatan itu juga mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan, penambahan dua blok rusun di Pulo Gebang merupakan bentuk kewajiban pengembang Agung Sedayu Group dan Agung Podomoro Group. Kedua pengembang ini juga memiliki kewajiban membangun Rusun Daan Mogot dan delapan hingga sepuluh blok Rusun Muara Baru. 
 
“Kita merencanakan beli 2,2 hektare untuk membangun blok. Nanti mereka yang bangun, kita lagi hitung kewajiban-kewajiban mereka,” ungkap Ahok. Warga yang diprioritaskan untuk menghuni rusun itu merupakan warga yang direlokasi dari bantaran sungai dan waduk.
 
Tidak hanya itu, pihaknya juga merencanakan untuk membangun rusun terpadu dengan fasilitas rumah sakit atau pasar ada dalam satu bangunan. Sekolah dan puskemas juga akan menjadi fasilitas rusun tersebut.
 
 
Sementara itu anggota DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Marsudi, mengatakan, konsep rusun terpadu merupakan konsep rumah susun modern. “Rusun juga harus menjadi bagian dari Transit Oriented Development. Konsep itu mempermudah masyarakat beraktivitas,” imbuhnya.
 
Dia mengharapkan rencana pemerintah membangun rusun harus disesuaikan dengan jaringan transportasi massal yang dimiliki oleh DKI Jakarta seperti Bus Transjakarta serta monorel dan MRT yang dalam beberapa tahun ke depan akan terealisasikan. 
 

rumahku.com