APERSI: BBM Naik, Harga Rumah Naik 10 Persen

Big Banner
Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengungkapkan, harga sektor properti akan mengalami kenaikan khususnya biaya rumah. Hal tersebut terkait isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL). 
 
Ketua Umum Apersi Eddy Ganefo mengatakan, kenaikan BBM dan TDL akan berdampak pada bertambahnya biaya rumah sekitar 10 persen. 
 
“Kalau BBM dan TDL naik, maka biaya rumah bisa naik 10 persen. Kalau hanya BBM naik saja pengaruhnya tidak besar, karena industri perumahan memang sudah tidak menggunakan BBM bersubsidi,” kata Eddy di sela-sela Munas IV Apersi di Jakarta, Rabu (12/6).
 
Menurutnya, standar rumah subsidi terletak pada biaya rumah. Sehingga pembangunan perumahan tidak mungkin bisa dilakukan jika biayanya mahal tapi harga jualnya murah. 
 
“Harga rumah dinaikkan umpamanya, kami berharap tingkat masyarakat yang bisa beli juga tetap tinggi. Untuk itu, kalau bisa kami usulkan kriteria penghasilan masyarakat yang bisa beli rumah subsidi dinaikkan menjadi Rp4,5 juta per bulan dari Rp3,5 juta per bulan, sebagaimana yang ditetapkan pemerintah saat ini,” ujarnya.
 
Pengembang Apersi, lanjut Eddy, yang khusus membangun rumah murah untuk MBR, melihat kenaikan harga rumah subsidi ditaksir bisa  menjadi minimal Rp110 juta dari Rp88 juta per unit. 
 
“Itu perhitungan kami kalau memang bisa naik. Tapi apakah masyarakat mampu beli? Belum lagi kami juga harus berdebat panjang dengan pihak pajak,” tuturnya. 
 
Eddy menambahkan, ujung-ujungnya dari kenaikan harga BBM dan TDL juga bisa meyebabkan menurunnya produksi rumah.
 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me