Pemerintah Perpanjang Masa KPR Jadi 25 Tahun

Big Banner
Untuk meringankan masyarakat yang berpenghasilan kecil, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), mengusulkan perpanjangan masa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari 15 menjadi 25 tahun.
Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz mengatakan, tujuan hal tersebut agar masyarakat tetap bisa mencicil rumah dengan besar cicilan yang tetap.
 
“Kalau harga rumah naik, gaji enggak naik, antisipasinya dengan memperpanjang masa kredit diperpanjang, misalnya jadi 25 tahun. Dasar hukumnya nanti lewat peraturan menteri (permen) susulan. Supaya cicilannya tetap terjangkau sebesar Rp600-700 ribu per bulan untuk rumah subsidi,” katanya, usai membuka Munas IV Apersi di Jakarta, Rabu (12/6).
 
Menurutnya, antisipasi ini perlu dilakukan agar pengembang tidak terupukul dengan kenaikan harga rumah yang akan berpengaruh pada ketidaksediaan mereka untuk membangun rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 
 
“Kalau suplai hilang, demand tinggi, pengembang bisa lari ke rumah mewah semua. Harga rumah subsidi di Jabodetabek contohnya, kalau naik 10 persen saja dari Rp95 juta bisa tambah Rp9,5 juta lagi, akan semakin mahal,” ujarnya.
 
Lebih lanjut Djan menjelaskan, uang muka khusus rumah subsidi tetap sebesar 10 persen. Untuk membayar uang muka, PNS bisa memanfaatkan Bapertarum dan yang non-PNS bisa memanfaatkan jamsostek.
 
“Demikian halnya dengan suku bunga. Kalau koreksi BI rate turun, bisa pengaruh suku bunga. Itu pun kalau seandainya ada koreksi. Tapi yang jelas untuk suku bunga subsidi mudah-mudahan enggak naik,” tutup Djan.
 

rumahku.com