‘Kurangi Backlog, Kemenpera Harus Buat Terobosan’

Big Banner
Demi mengurangi backlog (kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat) perumahan di Indonesia, Komisi V DPR meminta Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk mencari cara untuk mengurangi masalah tersebut.
 
“Harus ada inovasi, terobosan dan komitmen yang kuat untuk mengurangi backlog sesuai dengan amanat UU No 1/2011,” kata Anggota Komisi V DPR, Yasti Soepredjo Mokaogow dalam rilisnya.
 
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat Komisi V DPR RI, bersama Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat (Sesmenpera), Rildo Ananda Anwar.
 
RDP tersebut membahas agenda tentang rincian program dan kegiatan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) per Eselon I dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran (RAPBN TA) 2014.
 
Yasti menjelaskan, program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) tidak akan dapat mengurangi backlog karena dengan uang Rp6 juta yang diberikan pemerintah kemungkinan dibelanjakan material kualitas rendah oleh si penerima.
 
“Kalau tambal sulam tidak akan mengurangi permasalahan yang ada dan dengan material rumah yang kualitasnya murah tidak akan awet terkena perubahan cuaca. Bukan tidak mungkin tiga tahun lagi rumah tidak layak huni bertambah lagi,” jelas dia.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me