Pengembang Hutang 680 blok rusun Kepada Pemprov DKI

Big Banner
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menagih hutang kepada  pengembang yang berhutang yang menggunakan fasilitas sosial fasilitas umum (fasos fasum) untuk usaha. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, DKI memproritaskan pengembang untuk membangun rumah susun (rusun) bagi masyarakat kurang mampu.
 
“Karena kita kekurangan rumah untuk rakyat yang kurang mampu, dan sekarang lagi ditagih ke pengembang,” kata Ahok.
 
Pengembang yang akan ditagih Pemrov DKI yakni, Agung Sedayu dan Agung Podomoro Group, untuk membangun Rusun Daan Mogot. Setelah Rusun Daan Mogot, pengembang tersebut juga diwajibkan menambah delapan hingga sepuluh blok Rusun Muara Baru.
 
“Penambahan delapan blok itu dari 2,2 hektar lahan yang rencananya akan kita beli. Kita mau kembangin ke sana terus,” ujarnya.
 
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Pemprov DKI akan terus mengejar pengembang untuk menagih pembangunan rusun. Berdasarkan aturan, pengembang diwajibkan untuk menyerahkan fasos fasum untuk pemerintah. Pasalnya, setelah dihitung-hitung, pihak pengembang masih berutang banyak kepada DKI, yakni sebanyak 680 blok rusun.
 
Mantan Walikota Surakarta itu menyatakan, rusun-rusun tersebut harus segera dibangun agar lebih mudah dalam merelokasi warga-warga yang terkena dampak relokasi normalisasi sungai dan waduk di Jakarta. 

rumahku.com