Apersi Perkirakan Harga Rumah Subsidi Naik 30 Persen

Big Banner
Rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan bahan bakar minyak (BBM),
Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) memperkirakan kenaikan harga rumah bersubsidi mencapai 30%.
 
“Kalau dipukul rata, komposisi biaya listrik dan BBM untuk pembangunan rumah mencapai 10%,” kata Ketua Umum Apersi, Eddy Ganefo.
 
Dia memperkirakan batas harga maksimal rumah bersubsidi dari Rp88 juta diperkirakan akan naik menjadi Rp110 juta setiap unitnya atau naik 25%.
 
Sementara itu, untuk rumah bersubsidi yang berlokasi di kawasan Jabodetabek, sambungnya, dari harga Rp95 juta, diperkirakan naik sampai 30% mencapai Rp125 juta/unit.  
 
Lebih lanjut Eddy mengungkapkan kenaikan BBM tidak berpengaruh banyak pada industri perumahan. Namun, kenaikan material perumahan akan terpengaruh dari kenaikan TDL, karena seluruh industri pembuatan bahan bangunan menggunakan listrik.
 
Seperti diketahui, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan pihaknya akan melakukan kajian lebih dulu, sebelum menentukan besaran kenaikan harga rumah bersubsidi.
 
“Kenaikan yang terjadi pasti ada imbas dengan harga bahan bangunan, yang berimbas juga pada kenaikan harga rumah. (Besaran kenaikan) sedang kita hitung,” ujar Djan.

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me