Kemenpera Butuh Subsidi Rp3 triliun Untuk Bedah Rumah

Big Banner
Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) meminta adanya subsidi perumahan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp3 triliun. Hal ini terkait dengan isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Subsidi tersebut untuk menambah anggaran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang juga disebut bedah rumah. 
 
Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera, Jamil Ansari mengatakan, permohonan anggaran tersebut sudah diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).  
 
“Pengalihan akibat kenaikan harga bangunan karena BBM naik, kita minta dikompensasi. Kira-kira dari APBN sebesar Rp3 triliun. Dengan tambahan itu, kami target akan menambah jumlah rumah swadaya sebesar 200 ribu unit lagi,” kata Jamil.
 
Kemenpera tahun ini menggarkan dana BSPS sebesar Rp2 triliun untuk 200 ribu unit rumah. Jika permohonan untuk subsidi APBN tersebut diterima, maka anggaran untuk BSPS bertambah menjadi Rp5 triliun dengan total unit rumah sebanyak 400 ribu untuk tahun ini.
 
“Dari Rp3 triliun itu, Rp1 triliunnya untuk kompensasi kenaikan harga bahan bangunan akibat kenaikan harga BBM, dan Rp2 triliunnya untuk tambahan 200 ribu unit rumah tersebut,” terangnya.
 
Jika usulan tersebut diterima, lanjut Jamil, maka besaran BSPS diusulkan bertambah sebesar 30 persen per unit. Sehingga, bantuan sebesar Rp7,5 juta menjadi Rp10 juta per unit rumah.
  
“Ada kenaikan bahan bangunan, maka bantuan per unitnya ditambah 30 persen. Sesuai dalam aturan yang sudah diatur sebelumnya, besaran Rp7,5 juta untuk kriteria rumah rusak sedang dan rusak parah Rp10-20 juta per unit. Terkecuali untuk Papua sebesar Rp30 juta per unit,” tutupnya.
 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me