Kemenpera: Alihkan Subsidi BBM Untuk Kurangi Backlog

Big Banner
Kementerian Perumahan Rakyat sebelumnya mengusulkan untuk memperpanjang masa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari 15 menjadi 25 tahun. mengetahui hal tersebut, Real Estate Indonesia (REI) mengatakan, jika pasokan rumah (backlog) bisa dikurangi dengan perpanjang tenor KPR. 
 
“Backlog bisa cepat berkurang,” kata Ketua REI, Setyo Maharso kepada Okezone.
 
Sementara itu, Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kementerian Perumahan Rakyat, Jamil Ansari mengatakan, Indonesia perlu   “gebrakan” strategis, dengan mengalihkan dana subsidi BBM untuk sektor perumahan rakyat. 
 
“Subsidi seperti ini akan lebih bermanfaat karena tepat sasaran, ketimbang digunakan untuk memasok BBM,” ujar Jamil.
 
Menurutnya tumpuan terbesar ada pada Menteri Keuangan dan Bapenas. Mereka harus mengubah cara pandangnya dengan berpaling mengalokasikan anggaran subsidi BBM untuk perumahan rakyat
 
Diketahui, saat ini Kemenpera telah memperbaiki 52.000 rumah swadaya, dari target 2013 sebanyak 200.000 rumah dengan anggaran sebesar Rp 2 triliun. Dengan harapan, alokasi dana dari subsidi BBM sebesar Rp 3 triliun, maka akan terjadi peningkatan target sebanyak 200.000 rumah. Dengan kata lain, kenaikan target mencapai 400.000 rumah dengan anggaran Rp 5 triliun. 
 
“Selain itu, kami juga mengharapkan bantuan per-unitnya sekitar 30 persen masih-masing rumah. Karena perhitungan kami, kenaikan BBM mencapai 30 persen,” terangnya.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me