Pengembang Akuisisi Lahan untuk Pembangunan kondotel

Big Banner
PT Hotel Mandarin Regency Tbk, 
sebagai Emiten bidang properti, mengakuisisi PT Warga Tri Manunggal (WTM) yang memiliki tanah di Batam seluas 20 hektare lebih. Perseroan berencana membangun pusat binsis dan kondotel di lokasi tersebut.
 
“Di lahan 20 hektare itu, akan dibangun sebuah business center, kondotel, atau semacam superblok. Perseroan mengeluarkan dana 99,9 miliar rupiah untuk akuisisi ini,” kata Sekretaris Perusahaan Mandarin, Henry Chevalier kepada Koran Jakarta.
 
Henry menjelaskan PT WTM yang diakuisisi sebenarnya belum beroperasi meski perusahaannya sudah terbentuk. Nilai lebih perusahaan itu disebabkan memiliki aset tanah strategis 20 hektare yang letaknya di pantai strategis dan sangat dekat dengan Singapura.
 
Henry menjelaskan, proses pembangunan kondotel masih dalam tahap persiapan, termasuk merelokasi sejumlah tempat perkampungan yang ada di dalam wilayah itu.
 
“Di lokasi ini kebetulan ada bangunan masjid tua, dan pada tanggal 28 Juni ini akan diresmikan relokasinya,” ujarnya.
 
Dalam desain awal, kondotel yang akan dibangun memiliki dua tower dengan jumlah 300 kamar. Selain itu, dibangun shopping center, apartemen, perkantoran, serta pusat hiburan. Namun, Henry belum bersedia menyampaikan nilai investasi dari kondotel yang akan dibangun. Perseroan masih berusaha mencari investor untuk diajak bekerja sama melakukan konstruksi kondotel ini.
 
“Soal nilai investasi pembangunan sih belum bisa kita bicarakan karena konstruksinya kan bertahap. Kita juga akan jual unitnya, siapa yang mau masuk baru kita akan bangun. Sekarang masih hitungan awal dan belum dimatangkan,” tukas dia.
 
Sementara itu proses akuisisi tanah milik PT WTM, tutur Henry, dilakukan dengan kerja keras lantaran banyak investor dari Singapura yang sudah lama mengincar kawasan tersebut. Apalagi lokasinya kawasan pantai yang kerap dilalui kapal-kapal pesiar serta memiliki potensi wisata yang sangat menarik.
 
“Tanah ini sudah lama diincar investor Singapura, makanya kami cepat-cepat ambil. Di dekat kawasan ini sudah ada kapal pesiar yang buat main judi. Mudah-mudahan Pemda Batam memberi izin kami membuka kasino di sana. Ini akan jadi besar lagi,” ungkapnya.
 
Terkait sumber dana untuk akuisisi PT WTM, Henry menyampaikan Perseroan menggunakan dana hasil penawaran umum terbatas I (PUT-I) dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebesar 103,14 miliar rupiah.

rumahku.com