BBM & BI Rate Naik, Berimbas ke Sektor Properti?

Big Banner
Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kenaikan. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) pekan lalu baru saja menaikkan suku bunga atau BI Rate menjadi enam persen. Associate Director, Research at Colliers Indonesia, Ferry Salanto mengatakan, kenaikan harga BBM menurutnya pasti ada pengaruh kepada sektor properti.
 
“Pengaruh pasti ada. Terutama untuk operation cost,” kata Ferry kepada Okezone, (18/6).
 
Menurutnya, hal tersebut akan berpengaruh kepada gedung perkantoran maupun apartemen. Karena hal itu menyangkut ke penggunaan listrik yang berkaitan pula dengan penggunaan BBM.
 
“Service charge pengaruh, tapi yang pasti (naiknya) baru beberapa bulan ke depan,” uajrnya.
 
Pengaruh lainnya, lanjuit Ferry, yakni terhadap harga jual properti. Hal tersebut dikarenakan harga material bangunan otomatis juga akan mengalami kenaikan.
 
“Terutama untuk building material ada penyesuaian. Dan itu akan meningkatkan harga konstruksi,” ungkapnya.
 
Sementara itu, mengenai kenaikan BI rate, Ferry menjelaskan, pada dasarnya bunga kredit di Indonesia memang jauh lebih besar dibanding dengan negara maju lainnya. 
 
“Misal dibanding dengan negara maju lain seperti Singapura dan Malaysia, Indonesia lebih tinggi karena resiko (Indonesia) lebih tinggi,” imbuhnya.
 
Resiko yang dimaksud adalah resiko mata uang Indonesia. Belum lagi resiko ekonomi secara perbankan yang menurutnya Indonesia selalu lebih tinggi dibanding dengan negara lain.
 

 

rumahku.com