Tak Seimbang Biaya produksi, Pengembang Enggan Bangun Rumah Murah

Big Banner
Tidak imbangnya harga jual rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan biaya produksi yang harus ditanggung membuat banyak developer di Jateng enggan membangun rumah sederhana subsidi pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR). Developer justru beralih menggarap bisnis rumah komersil, rumah kelas menengah ke atas.
 
“Perkembangan FLPP memprihatinkan. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir makin sedikit pengembang yang menyuplai perumahan FLPP. Dari data kami, semula ada 70-an pengembang, sekarang hanya sekitar 20 pengembang saja. Dan khusus di Semarang, dari lima hanya tinggal satu pengembang FLPP saja,” tutur Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD REI Jateng Joko Santoso.
 
Joko menyatakan, harga rumah FLPP yang ditetapkan pemerintah, Rp88 juta, dinilai sudah tidak sesuai dengan perkembangan harga rumah saat ini. Biaya produksi pembangunan rumah terus mengalami kenaikan lantaran meningkatnya harga tanah, perkembangan inflasi hingga harga bahan bangunan.
 
“Jika harga jual FLPP merupakan produk tahun kemarin, semestinya di tahun berikutnya berubah. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan sehingga bagi mereka ini (FLPP) sudah tidak lagi menarik,” ungkapnya.
 
Adanya payung hukum soal aktivitas pengembangan perumahan, yang memberi batasan waktu di pengembangan lahan, juga memengaruhi minat pengembang menggarap rumah FLPP. Aturan tersebut menyebut Jika belum ada aktivitas produksi dalam kurun waktu tiga tahun sejak pembelian lahan maka status tanah akan dinyatakan terlantar dan pemerintah bisa melakukan evaluasi atas perijinan yang diberikan.
 
Sementara untuk memasarkan rumah membutuhkan waktu lantaran terkait dengan daya serapan pasar atau kemampuan beli masyarakat. Belum lagi, lanjut Joko, rencana kenaikan harga BBM yang bakal berdampak pada makin melonjaknya tingkat inflasi, harga material bangunan dan ongkos pekerja.
 
“Dalam kondisi normal saja, tidak ada kenaikan harga BBM, harga FLPP perlu disesuaikan dengan perkembangan inflasi. Dengan harga dasar penjualan rumah masih tetap, ini tentu akan membuat pengembang repot,” tutupnya.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me