Moratorium, Mall Besar Incar Kawasan Suburban

Big Banner
Dampak dari moratorium mal di Jakarta menjadi peluang tumbuhnya pusat perbelanjaan di daerah pinggiran (sub urban) seperti di Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bintaro, maupun Serpong. 
 
Menurut Head of Research Coldwell Banker Commercial Meyriana Kesuma akibat dari moratorium tersebut menyebabkan tumbuhnya mal-mal skala besar dengan luas di atas 20 ribu eter persegi (m2) sampai 30 ribu m2 di wilayah pinggiran Jakarta. 
 
“Sejak moratorium di keluarkan Pemda DKI sejak 2011, pembangunan mal-mal besar akan lebih banyak di pinggiran dengan luas 20 ribu m2 sampai 30 ribu m2,” kata Meyriana.
 
Dia mengatakan, di dalam moratorium tersebut disebutkan pembatasan pembangunan mal dengan luas di atas 7.000-8.000 m2. Hal ini menyebabkan sulitnya pembangunan proyek mal baru di kawasan Ibu Kota. 
 
“Di Jakarta sudah sulit untuk bangun mal besar. Makanya, di pinggiran banyak mal baru yang dibangun, salah satunya Cibinong City Mall ini dengan luas 100 ribu m2. Selain itu, di Kota Harapan Indah, Bekasi juga ada rencana mau bangun mal lagi yang sementara ini sudah ada plotnya,” ungkap dia.
 
Dia menuturkan, ke depan pesatnya pertumbuhan properti komersial atau pusat perbelanjaan ini akan lebih banyak terjadi di Depok dan Bogor.
 
“Yang pesat tumbuhnya saat ini di selatan Jakarta, seperti Depok dan Bogor. Kalau dibandingkan dengan Tangerang dan Serpong harganya sudah terlalu tinggi (over value). Selain itu juga di pinggiran Jakarta, seperti Cibinong, Cikarang, Bekasi banyak kawasan industri yang semakin mendukung pasar properti komersial atau mal itu sendiri,” jelas Meyriana.
 

rumahku.com