‘Rumah Sederhana Sehat Harus Disubsidi’

Big Banner
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pastinya selalu diikuti dengan naiknya harga kebutuhan pokok lainnya. Menteri Perumahan Rakyat, (Menpera) Djan Faridz sempat mengutarakan rencananya menaikkan harga rumah sederhana sehat (RSH). RSH yang semula dibanderol seharga Rp 88 juta-Rp 145 juta juga akan dinaikan.
 
Namun dengan syarat jangka cicilan akan mengalami perpanjangan. Namun, besaran kenaikan harga masih menunggu hasil kajian.
 
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Eddy Ganefo berharap, kenaikan RSH jangan sampai terjadi, karena pihaknya menginginkan agar subsidi BBM dialihkan untuk subsidi RSH.
 
“APERSI berharap harga rumah subsidi jangan naik dulu karena tanpa peningkatan harga pun keterjangkauan konsumen makin jauh, Biaya hidupnya semakin tinggi akibat kenaikan BBM. Namun jika biaya produksi tetap naik, kami berharap pemerintah dapat menambah subsidi kepada MBR ataupun pengembang sehingga harga bisa dipertahankan,” ungkap Eddy
 
Lebih lanjut Eddy mengaku sudah menyiapkan strategi menghadapi kenaikan harga yang melonjak akibat naiknya biaya produksi.menurutnya dengan cara menekan biaya-biaya seperti perijinan, pertanahan, dan listrik.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me