‘Koperasi Perumahan Indonesia Bisa Kurangi Backlog’

Big Banner
Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) tidak bisa dipungkiri akan berpengaruh pada kebutuhan pokok lainnya. Tidak terkecuali kebutuhan perumahan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal tersebut perlu adanya dukungan dari koperasi perumahan. 
 
Ketua Masyarakat Peduli Perumahan dan Permukiman Indonesia (MP3I) Noer Soetrisno mengatakan, hingga tahun 2012 total koperasi yang ada di seluruh Indonesia yakni sebanyak 194.295 unit. Sementara koperasi perumahan jumlahnya hanya 18 unit.
 
“Dari 18 koperasi perumahan saat ini, satu koperasi bisa menjual 300 unit per tahun. Total volume usaha mereka Rp56,4 miliar dalam satu tahun,” ujar Noer.
 
Dia memaparkan, koperasi perumahan bisa jadi peluang besar untuk mendukung pemenuhan rumah bagi MBR. Dengan lahirnya UU No 17 Tahun 2012 tentang Koperasi akan membuka jalan baru kemandirian pembiayaan perumahan.
 
 “Koperasi juga menjadi wahana untuk mengagregasi (mengumpulkan) pekerja informal untuk bisa bankable saat mengajukan kredit ke bank,” ungkapnya.
 
Noer menambahkan, modalitas perumahan mulai didorong melalui mekanisme keanggotaan koperasi perumahan berbentuk ‘housing provident fund’ yang ditargetkan mampu memenuhi penyediaan rumah bagi anggotanya dengan skema sewa beli.
 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me