Kemenpera Tagih Pengembang Bangun Rumah Murah

Big Banner
Sekitar 50 pengembang di kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) yang belum memenuhi kewajiban membangun rumah murah. Untuk itu Kementerian Perumahan Rakyat terus menagih apakah pengembang sudah melakukan kewajibannya atau tidak. Hal tersebut dikatakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Kawasan Kemenpera, Agus Sumargiarto.
 
“Saat ini masih berjalan, nanti kita cek apakah pengembang ini sudah sesuai izinnya, dia melakukan pembangunan hunian berimbang atau tidak. Kita baru mulai bulan Mei kemarin dan mudah-udahan Juli ini kita bisa action selesai inventarisasi Jabodetabek,” kata Agus
 
Dia mengungkapkan banyak pengembang yang tidak memenuhi kewajiban tersebut. Pihaknya akan segera menindak tegas bahkan pencabutan izin pembangunan atau pun secara perdata.
 
“Proses sanksi ada mekanismenya, yang pasti tidak ujuk-ujuk langsung dicabut. Kita jelaskan dulu masalahnya, kalau dia masih tidak merespon, ya sudah kita lakukan tindakan hukum,” ujarnya.
 
Agus mengaku banyak pengembang yang tidak menjalankan kewajibannya untuk membangun hunian berimbang. Namun dia tak memaparkan berapa jumlahnya karena masih menunggu hasil verifikasi.
 
“Indikasi yang tidak melakukan hunian berimbang, ada lah banyak. Nggak usah itu, yang pembangunan rusun saja juga banyak. Yang harusnya membangun rusun 20% dari luas lantai rumah susun komersial ternyata tidak,” ucapnya.
 
Diketahui dalam Permenpera No. 10/2012 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Pemukiman Dengan Hunian Berimbang, diatur kewajiban pengembang membangun rumah sederhana dengan perbandingan 3:2:1 yakni pembangunan rumah diatur yaitu 3 atau lebih rumah sederhana berbanding 2 rumah menengah berbanding 1 rumah mewah.
 

 

rumahku.com