Apersi: Permintaan Rumah Bersubsidi Turun 20 %

Big Banner
Seiringnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut berimbas pada kenaikan harga rumah bersubsidi. Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo mengatakan, permintaan akan rumah bersubsidi akan turun sekitar 20 persen.
 
“Pasti akan ada dampak langsungnya, dan cukup besar sekitar 20%,” ujar Eddy.
 
Dia menuturkan, dampak langsung akibat kenaikan batas harga akan mempengaruhi pasar perumahan bersubsidi saat ini. Namun para pengembang akan mencari pasar baru yang lebih sesuai.
 
Namun Eddy mengaku, walaupun terjadinya penurunan permintaan, menurutnya tidak akan terjadi perlambatan pada pembangunan rumah bersubsidi.
 
Lebih lanjut Eddy menjelaskan, rumah bersubsidi dijual pada masyarakat dengan penghasilan maksimal Rp3,5 juta/bulan. Dengan adanya kenaikan batas patokan harga, kemungkinan pasar yang bisa melakukan penyerapan berada dikisaran penghasilan Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta setiap bulannya.
 
“Kenaikan harga yang terjadi akan berdampak besar pada masyarakat berpenghasilan di bawah Rp2,5 juta/bulan,” ujarnya.
 
Menurut Eddy, rencana kenaikan harga rumah subsidi seharusnya diiringi dengan pemberian insentif langsung kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), seperti pemberiaan subsidi uang muka.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me