Rumah Subsidi Naik 30 persen, Kemenpera Pikir-pikir

Big Banner
Naiknya harga Bahan bakar minyak (BBM) memang akan berdampak pada kenaikan harga rumah bersubsidi. Namun besaran harga masih dievaluasi oleh Kementerian Perumahan rakyat (Kemenpera).  
 
Deputi Bidang Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat Pangihutan Marpaung mengatakan, Real Estat Indonesia (REI) mengusulkan kenaikan harga rumah bersubsidi sebesar 30 persen. 
 
“REI usulkan harga rumah naik 30 persen. Tapi, harga jualnya belum final. Deputi Pembiayaan akan mengkaji kenaikan harga tersebut dengan Sucofindo untuk apraisal,” ujar Pangihutan.
 
Paangihutan mengaku pihaknya membutuhkan waktu kurang lebih selama dua minngu untuk mengkaji kenaikan harga rumah bersubsidi. Kemenpera, lanjutnya, juga masih menghitung harga jual yang layak dari rumah susun sederhana milik (rusunami).
 
Menurutnya, kajian tersebut akan membutuhkan waktu minimal dua minggu. Selain itu, Kemenpera juga masih menghitung harga jual yang layak dari rumah susun sederhana milik (rusunami). 
 
” Misalkan terjadi kenaikan 30 persen seperti usulan REI, maka untuk rumah bersubsidi tapak di Jabodetabek yang harganya Rp95 juta akan menjadi Rp125 juta per unit,” ungkpanya.
 
Namun pihaknya akan mengusahakan kenaikan tidak setinggi itu dan masih bisa dijangkau oleh masyarakat.Di bawah Rp125 juta per unit untuk rumah tapak di Jabodetabek,” pungkasnya.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me