Harga Tanah di Serpong Capai Rp12 Juta per meter

Big Banner
Harga tanah di beberapa kawasan kini mengalami kenaikan harga yang fantastis. Contohnya harga tanah di kawasan Serpong, Tangerang Selatan yang kini tembus mencapai Rp12 juta/m2. Namun dengan tingginya harga tanah tersebut, membuat pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) menjadi sulit lantaran harga tanah yang melonjak tajam. 
 
Hal tersebut dikatakan  oleh, Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat, Pangihutan Marpaung.
 
“Harga jual tanah di barat Jakarta sudah begitu melambung tinggi. Di BSD dan Alam Sutera sudah mencapai Rp12 juta/m2,” ujarnya.
 
Pangihutan memaparkan, harga rusunami yang baru saja diluncurkan di kawasan Tangerang dan Tangerang Selatan saja sudah mencapai harga di atas Rp200 juta.
 
Namun lebih lanjut dia menjelaskan, melonjaknya harga tanah tersebut juga dipicu karena ulah para spekulan. Hal tersebut, lanjutnya juga berdampak pada  pasokan rumah subsidi yang masih belum memadai, terutama di wilayah sekitar Jakarta. 
 
“Melonjaknya harga tanah ini adalah akibat aksi para spekulan,” pungkasnya.
 
Kemenpera saat ini juga tengah menggodok Rancangan Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). RUU Tapera tersebut belum disahkan lantaran masih ada ganjalan berupa badan hukum yang mengelola Tapera, besaran iuran (2,5 persen) dan sifat iuran (wajib atau sukarela).
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Dewan perwakilan Rakyat RI (DPR RI) optimis pembahasan Rancangan Undang-undang Tabungan Perumahan Rakyat (RUU Tapera) akan rampung sesuai target yakni pada bulan Juli 2013 mendatang. Meskipun terjadi penundaan pembahasan RUU tersebut. Penundaan itu disebabkan pemerintah meminta waktu untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan berbagai asosiasi terkait.
 

 

rumahku.com