Harga Rumah Subsidi Naik, Pemerintah Tak Masuk Akal!

Big Banner
Seperti diketahui pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dipastikan akan berimbas pada kenaikan harga rumah bersubsidi. Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengaku saat ini sedang mengevaluasi harga rumah subsidi.
 
Namun menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, hal tersebut merupakan suatu kebijakan yang tak masuk akal.  
 
“Sungguh sebagai kebijakan yang tidak masuk akal,” ujar Ali. 
 
Menurut Ali, kenaikan harga rumah subsidi dengan alasan naiknya BBM, sambungnya, merupakan gambaran perumahan nasional yang salah kaprah. Bukti pemerintah tidak tahu membedakan dan tidak mempunyai arah tujuan perumahan nasional. Pemerintah, sambung Ali, tidak mempunyai alasan yang kuat untuk menaikan harga rumah bersubsidi. Karena, lanjut Ali, harga rumah seharusnya dipertimbangkan adalah pemisah kategori perumahan public housing yang merupakan rumah subsidi dengan kategori perumahan sebagai komersial. 
 
“Bila ternyata harga rumah subsidi pun dinaikan maka secara tidak langsung sektor ini pun tidak akan ada bedanya dengan pasar komersial dengan berlakuknya mekanisme pasar. Perumahan public housing merupakan sektor yang harus diintervensi dan diproteksi oleh pemerintah,” ungkapnya.
 
Dia menambahkan, yang seharusnya diantisipasi pemerintah adalah penyediaan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang masih memerlukan subsidi.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me