Rusun Rawa Bebek Menuai Kritik

Big Banner
Seperti diketahui sebelumnya, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz memaparkan, konsep rusun buruh yang terletak di Rawa Bebek, Jakarta Timur dikhususkan bagi lajang. Hal tersebut dinilai lebih efektif dan murah biaya dibandingkan rusun untuk orang yang sudah berkeluarga.
 
“Rusunawa dengan konsep lajang akan lebih membuat kesejahteraan buruh atau pekerja dan keluarganya yang ada di kampung,” kata Djan.
 
Namun hal tersebut justru menuai kritik. Anggota Komisi D DPRD DKI, Muhammad Guntur mengatakan, aturan tersebut belum dibahas dan dilaporkan Kadis Perumahan kepada DPRD. Sehingga ucapan Kadis Perumahan tersebut bisa ditafsirkan bermacam-macam.  
 “Kita belum dengar. Nanti kita tanya ke Kadis Perumahan saat rapat koordinasi,” ujarnya.
 
Menurut Guntur, tidak mungkin ada aturan mengharuskan penghuni rusun harus berstatus lajang. Guntur mengira aturan tersebut masih berupa usulan dari Kadis Perumahan, bukan resmi dari Pemprov DKI Jakarta. Agar tidak terjadi salah persepsi, Guntur menegaskan akan memastikan kebenaran aturan ini dikeluarkan oleh Kadis Perumahan. Jika tanpa kroscek dan klarifikasi maka aturan lisan itu akan dibakukan oleh instansi terkait. 
 
“Mana ada peraturannya sperti itu. Mungkin baru usulan Kadis Perumahan saja kali,” tegasnya.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me