Apersi Usulkan Kenaikan Harga Rumah Murah 10%

Big Banner
Hingga saat ini besaran kenaikan harga rumah murah memang belum ditentukan besarannya. Para pengembang sebelumnya ada yang mengajukan kenaikan harga rumah  dari 10% sampai 30%. Jika harga rumah dinaikan 10 persen maka harga rumah Rp95 juta akan menjadi R105 juta. Sedangkan jika dinaikan sebesar 30 persen maka harga akan naik menjadi Rp120 juta.  
 
Namun apabila usulan para pengembang tersebut disetujui oleh Kementerian Perumahan Rakyat (kemenpera), maka harga rumah murah senilai Rp100 juta. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo.
 
“Diperkirakan harga rumah subsidi di atas Rp 100 juta,” ujar Eddy.
 
Menurut Eddy dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bisa saja harga rumah murah tidak mengaklami kenaikan apabila pemerintah memberikan subsidi khusus kepada pengembang.Tapi, lanjutnya, jika hal tersebut tidak bisa, Apersi mengusulkan kenaikan harga rumah sebesar 10 persen dari Rp95 juta dan tidak termasuk PPN (Pajak Pertambahan Nilai).
 
“Usulan kenaikan 10% ini bukan tanpa alasan karena para pengembang harus terbebani modal yang membengkak pasca kenaikan harga BBM subsidi bulan lalu. Berbagai biaya seperti buruh bangunan, bahan bangunan, termasuk bunga pinjaman kredit konstruksi, ternyata faktor harga bangunan yang sangat menentukan harga rumah bakal naik” ungkapnya.
 

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me