Pembahasan RUU Tapera Kembali Molor

Big Banner
Besaran iuran upah peserta dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat (RUU Tapera) dari 2,5% menjadi 5% kembali mengalami penundaan. 
 
Sebelumnya pemerintah dan anggota DPR sudah menyepakati batasan minimal iuran pekerja minimal adalah 2,5% dari upah. Setelah dilakukan simulasi, iuran tersebut dinilai terlalu kecil.
 
“Berdasarkan hitungan yang ada, melalui iuran tersebut hanya bisa dibangun sekitar 80.000 hingga 100.000 unit rumah setiap tahunnya,” kata Ketua Panitia Khusus RUU Tapera Yoseph Umar Hadi.
 
Dia menjelaskan, bila diasumsikan bila total pekerja ditambah pegawai negeri sipil berjumlah sekitar 42 juta jiwa, dengan hanya 25% dari seluruh peserta tersebut aktif menabung.Setelah dihitung, lanjutnya,  jika besaran iuran hanya 2,5% dari upah, jumlah unit rumah yang bisa dibangun terlalu sedikit.
 
“Akhirnya Kementerian Perumahan Rakyat menilai besaran iuran perlu ditingkatnya menjadi 5%. Kemenpera meminta waktu untuk melakukan konsultasi dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa,” ujarnya.
 
Selain terkait persentase iuran, tuturnya, pemerintah juga kembali menimbang ulang kemungkinan keterlibatan pemberi kerja untuk sharing pada iuran tapera tersebut.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me