Tanggap Darurat Pasca Gempa Aceh, PU Anggarkan Rp11 Miliar

Big Banner
Pasca gempa Aceh Kementerian Pekerjaan Umum (PU)  menganggarkan Rp 11 miliar untuk beberapa sektor penanganan tanggap darurat. Rincian dana Rp 3,6 miliar berasal dari dana tanggap darurat Ditjen Bina Marga, Rp 7 miliar dari dana tanggap darurat Ditjen SDA, dan Rp 300 juta berasal dari dana tanggap darurat Ditjen Cipta Karya.
 
Direktur Bina Pelaksana I Bina Marga, Subagio mengatakan, untuk kondisi kerusakan jalan nasional pasca gempa Aceh mulai dari Bireun hingga Takengon di titik KM 60-95. (11/7) sudah ada dana rutin perbaikan di Bina Marga. 
 
“Jalan nasional semuanya akan tertangani karena ada alokasi dana rutin sebesar Rp 40 juta/kilometer. Total biaya yang dianggarkan untuk tanggap darurat kerusakan jalan di Aceh sebesar Rp 3,6 miliar di titik 60-95 km yang berasal dari dana tanggap darurat,”ujarnya.
 
Lebih lanjut dia memaparkan, beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan terjadi pada sejumlah lokasi yaitu di Sukarame, Panteraya Dalam, Rembili, Panton Luwes, Junto, Tunjang, dan Sukajadi. “Kerusakan jalan bervariasi mulai dari tertutup longsoran, badan jalan terputus hingga kerusakan jalan berat,” ujar Staf Ahli PU Bidang Keterpaduan Pembangunan, Taufik Widjojono.
 
Selain itu Taufik mengatakan, melalui tanggap darurat yang dilakukan, seluruh jalam sudah dapat dilalui kendaraan meskipun fungsional secara darurat. “Penanganan jalan yang dilakukan PU dengan menggunakan back hoe, loader, excavator, dan dump truck,” jelas Taufik. 
 
Kementerian PU nantinya juga akan terlibat dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi melalui dukungan bantuan bantuan teknis penyiapan kriteria tingkat kerusakan rumah, sosialisasi konstruksi bangunan tahan gempa, prasarana air minum, dan saram teknis terkait zonasi gempa.
 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me