Perketat Penyaluran KPR, BI Dinilai Terlambat

Big Banner
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengapresiasi keputusan Bank Indonesia (BI) kembali memperketat penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Menurut Chatib hal tersebut merupakan langkah tepat.
 
“Yang dikhwatirkan Bank Indonesia adalah bubble. Saya kira betul kalau bubble harus dijaga agar jangan sampai terjadi. Ini kan booming, coba liat saja, harga properti naik luar biasa. Itu yang dijaga,” ujarnya.
 
Menanggapi hal ini, Indonesia Property Watch (IPW) menilai kebijakan penurunan LTV dari BI agak terlambat. Karena harga properti di beberapa lokasi sudah over value dan aksi spekulasi mulai melambat. 
 
“Namun demikian, diperkirakan hal ini pun akan meredam aksi spekulasi properti sehingga harga tidak naik terlalu tinggi lagi,” kata Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda dalam situs resminya, (15/7)
 
Lebih lanjut dia mengatakan, kebijakan ini diyakini belum mampu sepenuhnya meredam naiknya harga lahan yang akan dikembangkan untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 
 
“Karenanya pemerintah harus melakukan kebijakan yang terintegrasi dengan membentuk bank tanah (land bank) sebagai salah satu upaya krusial untuk mengontrol harga tanah untuk rumah MBR,” ujarnya.
 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me