2013 Pasar Properti Masih Menjadi Primadona

Big Banner
Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda mengatakan,dalam tiga tahun terakhir pasar properti menjadi primadona investasi. Pertumbuhan harga jual untuk pasar primer khususnya segmen menengah ternyata juga diimbangi dengan pesatnya penjualan rumah di pasar primer tersebut. Hal ini membuktikan bahwa siklus pasar properti sedang tinggi-tinggnya. Pertumbuhan harga jual saat itu diperkirakan mencapai 50% -60% per tahun khususnya di beberapa lokasi tertentu bahkan bisa mencapai kenaikan 100% lebih dalam setahun. Hal ini telah diperkirakan sebelumnya berdasarkan pengamatan Indonesia Property Watch pada tahun 2009 yang menyatakan bahwa pasar properti telah mulai bergerak di tahun 2009 dan dalam 3-4 tahun ke depan akan mengalami booming properti.
 
“Pertumbuhan yang tinggi di sektor properti ini dimanfaatkan oleh pasar sebagai ajang spekulasi jangka pendek dengan mengeruk keuntungan melalui capital gain atau kenaikan harga properti itu sendiri. Namun demikian memasuki akhir tahun 2012 diperkirakan pasar properti tersebut mulai memperlihatkan tanda-tanda perlambatan menyusul harga yang terlalu tinggi dan pasar spekulasi yang semakin jenuh,” Ujar Ali Tranghanda dalam situs resmi IPW, (14/7).
 
Ali menjelaskan, data Indonesia Property Watch memperkirakan pertumbuhan harga jual tidak setinggi dua tahun terakhir dan berkisar antara 20% – 25%. Penjualan pasar perumahan primer mulai mengalami penurunan.  Senada dengan hal tersebut, data dari Bank Indonesia menunjukan bahwa terjadi penurunan di triwulan II/2012 sebesar -4,55 atau -18,25 (qtq). Penurunan ini terjadi karena pasar primer telah memasuki tahap pasar jenuh dengan indikasi harga yang sudah over value.
 
Telah terjadi over value, lanjutnya, di beberapa lokasi yang telah mengalami pertumbuhan kenaikan harga yang signifikan dua tahun terakhir. Sebuah lokasi yang sudah over value ditandai dengan adanya spread harga yang terlalu lebar antara harga yang terjadi di pasar primer dan pasar sekunder. Saat ini perbedaan harga properti untuk tipe yang sama antara pasar primer dan sekunder mencapai lebih dari 20%. Beberapa lokasi yang telah over value sedang memasuki tahap equilibrium pasar yang baru sehingga pengembangpun tidak bisa menaikan harga jual dengan terlalu tinggi lagi.
 
Lebih lanjut dia mengatakan, dengan kondisi seperti ini, pasar primer mulai melambat namun tidak menggambarkan penurunan pasar secara umum, karena siklus properti diperkirakan masih akan mencapai puncaknya sampai pertengahan tahun 2013.Yang terjadi adalah harga yang telah terlalu tinggi sehingga penjualan melambat dan pengembangpun agaknya sudah mulai merasakan kejenuhan pasar di segmen menengah atas. Pasar akan mencapai titik keseimbangan baru karena kenaikan harga yang ada saat ini merupakan kenaikan harga semu dari pasar primer yang tidak mencerminkan pasar secara nyata.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me