Mulai 1 September DP KPR Naik 40%

Big Banner
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengapresiasi keputusan Bank Indonesia (BI) kembali memperketat penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) atau Loan to Value (LTV) . Menurut Chatib hal tersebut merupakan langkah tepat.
 
“Yang dikhwatirkan Bank Indonesia adalah bubble. Saya kira betul kalau bubble harus dijaga agar jangan sampai terjadi. Ini kan booming, coba liat saja, harga properti naik luar biasa. Itu yang dijaga,” ujarnya.
 
Aturan LTV tersebut hingga 50% untuk kredit pemilikan rumah dan apartemen kedua dan seterusnya mulai 1 September mendatang. Regulasi tersebut membuat uang muka atau down payment (DP) hingga 50%.
 
Dalam keterangan rilisnya, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan pengaturan dalam pengetatan LTV dilakukan untuk menjaga pertumbuhan kredit properti pada kondisi yang sehat. “Aturan LTV yang baru ini akan diberlakukan bagi KPR atau kredit pemilikan apartemen (KPA) kedua dan seterusnya,” ujarnya di Jakarta (11/7).
 
Saat ini, LTV kredit rumah yang berlaku yaitu 70%. Nantinya, BI akan mengenakan LTV untuk rumah kedua untuk tipe di atas 70 meter menjadi 60% atau uang muka yang dibayarkan minimal 40% dari harga rumah. Lalu, untuk rumah ketiga dengan tipe di atas 70 meter menjadi 50% dan seterusnya dikenakan LTV 50% atau uang muka minimal 50%.
 
Nah, bagi mereka yang mengambil KPA kedua untuk tipe hingga 70 m2 dikenakan LTV 70%. LTV meningkat untuk KPA ketiga dan seterusnya untuk tipe hingga 70 m2 dengan uang muka minimal 40%.
 
Lalu, KPA kedua dengan tipe di atas 70 m2 dikenakan LTV 60%. Adapun KPA ketiga dan seterusnya dikenakan LTV 50%. Kebijakan ini juga berlaku bagi rumah kantor dan rumah ruko kedua yakni LTV 70% dan ketiga serta seterusnya 60%.
 
 
 

rumahku.com