Menpera:Suku Bunga KPR Jangan Sampai Naik

Big Banner
Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 6,5 persen. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap kenaikan suku bunga termasuk untuk kredit pemilikan rumah (KPR). 
 
Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan, seharusnya suku bunga KPR tidak harus ikut naik. 
 
“BI rate naik, suku bunga KPR harusnya enggak naik,” kata Djan
 
Akan tetapi, lanjutnya, ada konsekuensi yang harus ditanggung yakni, peranan pemerintah dalam likuiditas kredit harus ditambah. 
 
“Konsekuensinya likuiditas kredit dari pemerintah harus nambah. Berapa porsinya kita belum tahu, karena harga mau naik,” sambung Djan. 
 
Sementara itu,  Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Toni A Prasetiantono mengatakan, kendati Bank Indonesia telah menaikkan tingkat suku bunga acuan (BI rate) sebesar 50 basis poin dari 6 persen menjadi 6,5 persen, nilai tukar rupiah dinilai masih tetap mengalami pelemahan.
 
“Meski BI rate sudah naik, rupiah tetap melemah ke Rp10.036 per dolar AS. Ada dua kemungkinan analisis,” ujarnya.
 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me