Naikkan Harga Rumah Subsidi, Pemerintah Masih Dilema

Big Banner
Seperti diberitakan sebelumnya, Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah diantisipasi Pemerintah terkait bakal berpengaruhnya pada harga sektor perumahan.Namun kenaikan harga rumah subsidi masih akan dievaluasi lebih lanjut. 
 
Deputi Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat Sri Hartoyo mengatakan, hingga kini harga rumah subsidi dipastikan masih tetap mulai Rp88 juta hingga Rp145 juta untuk rumah tapak dan Rp144 juta per unit untuk rumah susun. 
 
Sementara itu Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menyatakan, dalam minggu ini dia berharap memperoleh laporan dari Deputi Pembiayaan mengenai hasil kajian atas usulan sejumlah pihak termasuk dari Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi).  
 
“Mudah-mudahan minggu ini dapat laporan dari Deputi Pembiayaan. Kita berharap enggak naik. Tapi kita pun tunggu laporan dari konsultan QS (Quantity Surveyor), mereka belum ajukan itu, tapi REI, Apersi sudah ajukan naik, jadi Rp120 juta per unit,” ujarnya.
 
Djan mengaku dilematis dalam menghadapi kondisi ini. “Kalau kita enggak naikan serba salah. Kita memang dilema. Enggak naikan suplai kurang demand tinggi. Kita naikan juga demand tetap tinggi,” tukasnya.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me