Sektor Properti Tak Terpengaruh LTV

Big Banner
Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 6,5 persen. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap kenaikan suku bunga termasuk untuk kredit pemilikan rumah (KPR). 
 
Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan, seharusnya suku bunga KPR tidak harus ikut naik. 
 
“BI rate naik, suku bunga KPR harusnya enggak naik,” kata Djan
 
Namun Kepala riset perusahaan konsultan properti, Jones Lang Lasalle, Anton Sitorus megatakan, hal tersebut tidak memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan properti. Langkah BI ini, lanjutnya, justru akan memperlambat gelembung dan aksi spekulasi properti di Indonesia.
 
Menurutnya perkembangan kredit properti di Indonesia masih memiilki potensi besar. Lantaran rasio kredit properti terhadap total kredit nasional dan produk domestik bruto (PDB) masih sangat kecil. Bila dibandingkan dengan total kredit nasional, kredit properti per akhir 2012 baru 13,6 persen. Sedangkan bila dibandingkan dengan total PDB, rasionya lebih kecil lagi, yaitu 4,5 persen.
 
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengapresiasikeputusan Bank Indonesia (BI) kembali memperketat penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Menurut Chatib hal tersebut merupakan langkah tepat.
 
“Yang dikhwatirkan Bank Indonesia adalah bubble. Saya kira betul kalau bubble harus dijaga agar jangan sampai terjadi. Ini kan booming, coba liat saja, harga properti naik luar biasa. Itu yang dijaga,” ujarnya.
 
 
 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me