Kemenpera Masih Kaji Kenaikan Harga Rumah Subsidi

Big Banner
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat Sri Hartoyo menyatakan, dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan berpotensi membuat masyarakat menunda realisasi kredit pemilikan rumah (KPR). 
 
Untuk mengantisipasi hal tersebut dia berharap para pengembang agar tidak serta merta menaikkan harga jual rumah. Akan tetapi dapat mengambil alternatif lain, berupa pengurangan luas lantai maupun kualitas finishing bangunan rumah. 
 
“Kami harap pengembang bisa menekan harga jual rumah dengan mengurangi luas lantai bangunan atau menunda sebagian finishing interior rumahnya,” kata Sri dalam keterangan tertulis Kemenpera, Jumat (2/8)
 
Lebih lanjut dia mengatakan, Kemenpera juga memberikan bantuan insentif prasarana sarana dan utilitas (PSU). “Seperti jalan dan saluran air sebesar Rp4,25 juta per unit rumah subsidi yang dijual,” jelasnya.
 
Meskipun demikian, pemerintah tetap realistis dalam menyikapi dampak kenaikan harga BBM terhadap harga rumah subsidi. “Saat ini, pemerintah masih mengkaji hal tersebut sehingga rencana kebijakan kenaikan harga rumah subsidi dapat sekaligus meningkatkan kinerja suplai maupun permintaan (demand) rumah subsidi,” imbuhnya. 
 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me