Kemenpera Optimis target KPR FLPP 2013 Tercapai

Big Banner
Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengaku optimis pencapaian target kredit pemilikan rumah (KPR) melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang ditetapkan sebanyak 121.000 unit rumah pada tahun 2013 ini bisa tercapai. Untuk itu, Kemenpera berharap kalangan perbankan dan para pengembang agar tetap mendorong masyarakat memanfaatkan KPR FLPP yang memiliki suku bunga tetap dan angsuran rendah selama masa tenor 20 tahun.
 
“Kami tetap optimis target KPR FLPP 2013 sebanyak 121.000 untuk bisa tercapai,” ujar Deputi Menpera Bidang Pembiayaan, Sri Hartoyo dalam situs resmi Kemenpera (3/8).
 
Sri Hartoyo mengungkapkan, adanya KPR FLPP secara tidak langsung akan sangat membantu masyarakat khususnya mereka yang memiliki penghasilan rendah untuk memiliki rumah yang diinginkan. Selain itu, adanya suku bunga tetap sebesar 7,25 persen dan angsuran rumah yang rendah selama masa tenor selama 20 tahun akan sangat meringankan beban masyarakat.
 
“Pada semester pertama ini jumlah capaian KPR FLPP memang baru mencapai 40 persen.  Akan tetapi  ini merupakan siklus properti yang sering terjadi dalam bisnis perumahan khususnya rumah bersubsidi,” terangnya.
 
Dia memperkirakan, jumlah peningkatan KPR FLPP akan terjadi setelah lebaran mendatang dan akhir tahun.  Pasalnya, kebanyakan masyarakat berpenghasilan rendah pada pertengahan tahun yakni bulan Juni dan Juli memanfaatkan dana yang mereka miliki untuk kebutuhan biaya sekolah anak-anak mereka serta persiapan menjelang lebaran.
 
“Biasanya masyarakat akan memanfaatkan dana sisa setelah lebaran sebagai tambahan dana untuk merealisasikan akad KPR. Selain itu, kebanyakan proyek perumahan baru selesai antara bulan September hingga Desember,” terangnya.
Lebih lanjut, Sri Hartoyo menambahkan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu juga berpotensi membuat masyarakat menunda realisasi KPR nya. Untuk mengantisipasi hal tersebut dirinya berharap para pengembang agar tidak serta merta menaikkan harga jual rumah.
 
“Kami harap pengembang bisa menekan harga jual rumah dengan mengurangi luas lantai bangunan atau menunda sebagian finishing interior rumahnya. Kemenpera juga memberikan bantuan instentif prasarana sarana dan utilitas seperti jalan dan saluran air sebesar Rp 4,25 juta per unit rumah subsidi yang dijual,” tandasnya.
 
Meskipun demikian, pemerintah tetap realistis dalam menyikapi dampak kenaikan harga BBM terhadap harga rumah subsidi. Saat ini, pemerintah masih mengkaji hal tersebut sehingga rencana kebijakan kenaikan harga rumah subsidi dapat sekaligus  meningkatkan kinerja supply maupun demand rumah subsidi.
 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me