Harga Material Naik, Pengembang Segera Naikan Harga Properti

Big Banner
Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memaksa para pengembang akan menaikan harga properti. Hal tersebut dikarenakan turut naiknya harga material bangunan sehingga bisa berpengaruh pada turunnya tingkat penjualan properti. 
 
“Harga jual naik akan membuat calon konsumen menunda pembelian. Meski penundaan tersebut bersifat sementara, namun kami tidak bisa mengabaikannya. Seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, perubahan harga tersebut sampai membuat kami mengoreksi target penjualan,” papar Marketing Manager Kota Baru Parahyangan, Raymond Hadipranoto kepada Kompas.com.
 
Tidak hanya itu, lanjutnya, melajunya tingkat inflasi menjadi 8,61 persen pada Juli, serta tendensi yang terus meningkat pada Agustus ini, mendorong pengembang melakukan penyesuaian harga. Mereka akan mematok harga baru dengan perubahan sebesar 2,5 persen hingga 10 persen. 
 
“Harga baru yang kami patok 2,5 persen sampai 5 persen lebih tinggi ketimbang sebelumnya dan mulai berlaku pada awal September ini,” imbuh Raymond.
 
Sementara itu, menurut Associate Director Ciputra Surya, Agung Krisprimandoyo, kenaikan harga tak terelakkan dan memang harus dilakukan. Pihaknya menetapkan angka kenaikan moderat sekitar 5-10 persen. 
 
Untuk itu, mereka sudah menyiapkan strategi khusus yang bisa mengantisipasi sekaligus mencegah terjadinya penurunan penjualan. Mereka juga menyubsidi pembiayaan uang muka bagi konsumen atau kemudahan pembayaran seperti perpanjangan tenor cicilan uang muka dan lain sebagainya.
 
 
 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me