Pertumbuhan Properti Jakarta Ungguli Beijing dan Hongkong

Big Banner
Jakarta terus mengungguli semua pasar residensial mewah (high-end) di Asia, hal tersebut naik 9 persen dari kuartal I 2013, sementara harga rata-rata di Beijing juga naik solid (6,7 persen karena beberapa proyek high-end datang ke pasar pada kuartal tersebut. Meskipun langkah-langkah pengetatan pembatasan yang mempengaruhi aktivitas penjualan, Hong Kong mencatat kenaikan kuartal sangat marjinal yakni hanya 0,3 persen pada kuartal I 2013. Bangkok dan Manila juga melihat sedikit kenaikan nilai modal selama kuartal tersebut, sementara harga di Kuala Lumpur tetap datar.
 
Dari sembilan pasar, hanya Singapura mencatat penurunan di sektor perumahan mewah, turun 0,6 persen , sebagai langkah-langkah pendinginan pemerintah terus mempengaruhi sentimen investor.
 
Mengomentari pasar properti Kepala Riset dan Pemasaran Residensial Jones Lang LaSalle Indonesia, Luke Rowe mengatakan, pasar Jakarta terus bergerak sangat baik dengan sejumlah proyek baru yang menarik yang diluncurkan pada kuartal menerima tanggapan yang sangat baik dari pembeli. 
 
“70 persen proyek yang baru diluncurkan menunjukkan perkembangan baik. pengembang lokal juga menikmati tingkat penjualan lebih tinggi. Keterbatasan pasokan yang ada sekitar 90.000 apartemen ditambah dengan permintaan dari kota dengan populasi lebih dari 20 juta, akan memastikan pasar perumahan mewah tetap tumbuh di sisa tahun ini,” ujar Luke dalam rilis yang diterima Rumahku.com , (22/8).
 
Sementara itu, Dr Jane Murray, Kepala Riset, Asia Pasifik, Jones Lang LaSalle mengatakan pasar perumahan mewah di kawasan itu telah pada pertumbuhan triwulan maupun tahunan kebijakan pembatasan di Hong Kong, Singapura dan China akan tetap di tempat selama setidaknya 12 bulan, yang mempengaruhi sentimen investor di pasar-pasar dan menghambat aktivitas penjualan sejalan dengan semester pertama tahun ini.  

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me