Survei: Harga Rumah Mewah di Jakarta Meningkat 34,2%

Big Banner
Perusahaan konsultan properti internasional Jones Lang LaSalle mengatakan Jakarta menunjukkan pertumbuhan terkuat dalam peningkatan harga rumah mewah dari berbagai kota yang disurvey di Asia.
 
Kepala Pemasaran Proyek Residensial Jones Lang LaSalle Indonesia, Luke Rowe mengatakan, Jakarta terus melewati semua pasar yang termonitor di Asia.
 
“Berdasarkan data laporan kuartal II/2013, harga rumah mewah di Jakarta menunjukkan peningkatan nilai sebesar 34,2 persen y-o-y (tahun ke tahun), sedangkan yang terkuat kedua adalah Beijing dengan 18,7 persen y-o-y,” ujarnya dalam keterangan rilisnya. 
 
Dia menyebut di antara sebanyak sembilan pasar yang terpantau di Asia, dilaporkan hanya di Singapura yang mengalami penurunan yaitu sebesar -2,1 persen y-o-y.
 
Sementara bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, harga di Jakarta juga meningkat lebih tinggi dibandingkan kota lainnya yaitu sebesar 9 persen q-o-q (quartal ke quartal). Sedangkan tempat kedua perbandingan harga rumah mewah antarkuartal juga tetap ditempati Beijing dengan peningkatan 6,7 persen q-o-q.
 
Menurut Luke Rowe, pasar di Jakarta terus berlanjut seiring dengan semakin banyaknya proyek baru yang diluncurkan yang mendapat respons yang baik.
 
Ia menunjukkan bahwa kenaikan tersebut juga didorong dengan terbatasnya pasokan dan ditambah dengan semakin meningginya permintaan dari kota yang dalam keadaan padat bisa berpopulasi hingga lebih dari 20 juta orang tersebut.
 
Jones Lang LaSalle menyatakan bahwa Jakarta akan terus melanjutkan pertumbuhan harganya dibandingkan dengan pasar lainnya di Asia di sisa tahun 2013.
 
Sebelumnya, Deputi Pengembangan Kawasan Kemenpera Agus Sumargianto mengatakan fokus Kemenpera ke depannya tetap pada penyediaan pasokan rumah.
 
Agus menjelaskan, fokus pada penyediaan rumah tersebut mengingat bahwa laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang cukup tinggi dinilai akan berpotensi memicu terjadinya peningkatan “backlog” (kekurangan persediaan rumah) bagi masyarakat.
 
“Kebutuhan rumah untuk keluarga di Indonesia tahun depan diperkirakan mencapai angka lebih dari 15 juta unit,” katanya.
 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me